Menu
Minggu, 20 Mei 2018 | 9:36:34 pm

Masyarakat Sape Blokir Jalan, Danramil Turun Bernegosiasi

Danramil 1608-03/Sape Kapten Inf Junaid bernegosiasi dengan masyarakat Sape yang sedang melakukan pemblokiran jalan negara lintas Sape-Bima. Danramil 1608-03/Sape Kapten Inf Junaid bernegosiasi dengan masyarakat Sape yang sedang melakukan pemblokiran jalan negara lintas Sape-Bima.

BIMA - Ratusan masyarakat Sape didepan bendungan Raba Seme Desa Rai Oi Kecamatan Sape Kabupaten Bima, pada Rabu (7/2/2018) melakukan pemblokiran jalan negara lintas Sape-Bima.

Masyarakat yang melakukan pemblokiran jalan tersebut meminta kepada pemerintah daerah setempat untuk segera dilakukan perbaikan bendungan Induk Raba Seme dengan mendatangkan alat berat eksavator mengingat kondisi Bendungan sudah jebol.

Melihat kondisi tersebut, Danramil 1608-03/Sape Kapten Inf Junaid melakukan negosiasi dengan para pemblokir jalan. “Saya bersama Muspika Kecamatan Sape mendatangi masyarakat yang melakukan pemblokiran jalan dan bernegosiasi dengan mereka termasuk dengan perwakilannya”, ungkap Junaid.

Menurutnya, hasil negosiasi selama hampir tiga jam itu belum membuahkan hasil karena para pemblokir jalan meminta jalan bisa dibuka setelah alat berat eksavator harus ada dilokasi.

Danramil bersama para Babinsanya dan Muspika Sape yang dihadiri Kapolres Bima AKBP Bagus Dewo Satrio melaksanakan rapat untuk menentukan jalan keluar karena kondisi jalan negara sudah macet.

Junaid kembali melakukan negosiasi bersama Muspika Sape dan Dinas PU kabupaten Bima untuk pembebasan lahan milik Bapak Kaharudin yang berdekatan dengan bendungan DAM yang akan dilalui oleh eksavator.

“Alhamdulillah pemilik lahan yang akan dilewati eksavator bersedia membebaskan tanahnya dengan penandatanganan surat pernyataan pembebasan yang disaksikan secara bersama-sama”, jelas Junaid.

Sambil menunggu eksavator datang, Danramil Sape terus berupaya dengan sabar dan penuh santun untuk berdialog dengan masyarakat agar bersedia membuka jalan sehingga tidak menimbulkan kemacetan dari dua arah.

Sekitar menjelang waktu sholat ashar, akhirnya masyarakat membuka jalan untuk kelancaran lalu lintas setelah eksavator tiba dilokasi.

Menurut informasi dari masyarakat setempat, bukan kali ini saja Danramil Sape turun langsung bernegosiasi dengan warga mencari solusi terbaik terhadap setiap permasalahan sosial yang ada ditengah masyarakat.

Salah satu permasalahan yang diselesaikan yakni pelelangan tanah Pemda di wilayah Sape yang hampir setiap tahun menjadi permasalahan, akhirnya dapat diselesaikan dengan cara bernegosisasi secara tepat dan baik.

(mn-09/r3)

^ KEMBALI KE ATAS

Top News