Menu
Jumat, 17 Agustus 2018 | 1:55:55 am

Suhaimi Ismy Ajak Masyarakat Loteng Amalkan Pancasila

Suhaimi Ismy Ajak Masyarakat Loteng Amalkan Pancasila

LOTENG - Tepat pada tanggal 1 Juni, bangsa Indonesia memperingati hari lahirnya Pancasila. Momentum peringatan tersebut harus dimaknai sebagai upaya untuk kian meneguhkan dan mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

Demikian disampaikan Anggota DPD RI Dapil NTB H Lalu Suhaimi Ismy, saat bersilaturahim dengan ratusan masyarakat di Yayasan Husnul Khatimah Lendang Are Praya, Kabupaten Lombok Tengah, Selasa (5/6/2018).

Acara silaturahim juga dirangkai dengan sosialisasi tentang Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika.

Menurut Suhaimi, Pancasila berperan sebagai falsafah dan dasar negara yang kokoh, yang menjadi fondasi dibangunnya Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.

Untuk itu, Pancasila haruslah menjadi cara kita dalam bermasyarakat sehingga kita dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa harus melepaskan nilai luhur bangsa kita. "Hal demikian merupakan cara kita untuk menjaga keutuhan NKRI," imbuhnya.

Disamping merupakan sebuah kewajiban bagi semua warga negara ini, khususnya umat Islam. Karena pengorbanan ummat Islam negeri ini sangatlah luar biasa dalam memperjuangkan kemerdekaan dan mempertahankannya.

“Dan bentuk negara kesatuan merupakan bentuk terbaik bagi kita, karena ini kesepakatan dari para ulama-ulama yang membentuk Indonesia. Ini merupakan bentuk yang final,” kata Suhaimi menjelaskan.

Pria asli Lombok Tengah ini pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling menghormati perbedaan. Mengingat perbedaan merupakan sebuah hal yang telah mendarah daging bagi bangsa Indonesia, terbukti dengan Bhinneka tunggal Ika terus dipertahankan dan diturunkan kepada anak cucu kita.

Oleh sebab itu, masyarakat hendaknya jangan pernah terpengaruh dengan berita yang tidak valid sumbernya atau hoak yang berpotensi memecah belah bangsa kita.

“Ini patut kita curigai pekerjaan pihak yang tidak suka dengan kerukunan dan ketentraman bangsa,” jelasnya.

Terlebih dalam beberapa waktu kedepan, masyarakat NTB akan melakukan pemilihan kepala daerah serentak. Tentunya kondusifitas dan kemanan di tengah masyarakat haruslah tetap terjaga.

“Tetaplah kita menjaga persatuan dan kesatuan, jangan sampai berbeda pilihan menyebabkan hubungan kita renggang dengan sanak saudara kita yang berbeda pilihan,” tutupnya.

(mn-07)

^ KEMBALI KE ATAS