Menu
Rabu, 19 September 2018 | 4:00:19 am

Bersama TGB, Dr Zul Dampingi Wapres JK Kunker Penanganan Stunting

Bersama Gubernur NTB Dr TGH M Zainul Majdi (kanan), Dr Zulkieflimansyah (kiri) mendampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dan Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim (tengah), saat kunker di Lombok Tengah, Kamis (5/7/2018). Bersama Gubernur NTB Dr TGH M Zainul Majdi (kanan), Dr Zulkieflimansyah (kiri) mendampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dan Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim (tengah), saat kunker di Lombok Tengah, Kamis (5/7/2018).

LOTENG - Komitmen pemerintah untuk menangani masalah anak kerdil (stunting) ditunjukkan dengan berbagai upaya yang telah dilakukan selama ini, Presiden dan Wakil Presiden (Wapres) memimpin sendiri upaya tersebut.

Dalam kunjungan kerja (Kunker), Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) didampingi Gubernur NTB TGB Muhammad Zainul Majdi, Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim, terlihat juga ikut mendampingi Gubernur NTB terpilih Dr Zulkieflimansyah meninjau langsung penanganan kekerdilan atau stunting di Desa Dakung, Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah NTB, Kamis (5/7/2018).

Desa Dakung menjadi satu dari sepuluh desa di Lombok Tengah yang menjadi prioritas penanganan stunting. Ikut dalam rombongan Wapres yakni Menteri Desa Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi, Menteri Keuangan, Menteri PUPR dan Menteri Kesehatan.

Dalam pidatonya Wapres mengatakan, program pencegahan stunting merupakan sebuah program yang telah dilakukan pemerintah sejak lama. Program ini terkait masa depan generasi muda di Indonesia.

"Stunting dalam bahasa Indonesia kerdil, kita bicara kekerdilan karena kalau bayi sampai anak-anak kita kerdil, bukan saja badannya yang kerdil tapi otaknya juga kerdil jadi tidak maksimal nantinya," ungkapnya.

JK menyampaikan, apa yang terjadi saat ini merupakan buah dari apa yang kita lakukan 20-30 tahun lalu.

"Jadi program ini bukan program baru, namun harus dihidupkan lagi dan diperbaiki, jaman dulu ada posyandu, saat ini pelu diperbaiki cara dan sistemnya maka perlu ada kerja sama semua pihak kenapa ada menteri desa karena ada dana desa, di sini Rp 1 miliar setahun dulu, jadi perbaiki jalan dan untuk kualitas anak-anak," katanya.

Selain itu, kata dia ada juga Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang mengurusi persoalan sarana air bersih untuk membangun generasi sehat.

"Kalau di pusat bersatu maka di daerah juga harus bersatu. Di sini ada juga Gubernur (NTB) terpilih, Pak Zul (Zulkieflimansyah) semoga dilanjutkan, beliau pasti ngerti karena lama di DPR," imbuhnya.

Sementara itu dalam sambutannya Gubernur NTB Dr KH Muhammad Zainul Majdi yang akrab disapa TGB mengakui telah membangun NTB ini dari semua indiktor. Namun kata dia pembangunan sektor kesehatan ini lebih sulit daripada membangun sektor pendidikan dan sektor lainnya. Sulit karena kesadaran dan pemahaman masyarakat sangat kurang.

"Kalau tidak ada kesadaran bersama masyarakat maka semua akan sulit, walaupun program bagus dengan dana besar, tapi saya yakin program ini akan berhasil tentunya jika didasari niat dan kesadaran tinggi dari masyarakat." kata ulama kharismatik ini.

Dalam kesempatan yang sama Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo mengatakan, program dana desa memiliki dampak positif bagi kemajuan desa.

"Dana desa kan lihat sendiri, walaupun di awal banyak kendala karena baru, bukan hanya di Indonesia mungkin pertama di dunia, tapi sekarang --improvement-nya-- besar sekali," tegasnya.

Terkait implementasi di lapangan, Eko meminta seluruh pihak untuk melapor kepada Satgas Dana Desa jika menemui kendala dan masalah dalam persoalan dana desa.

(mn-08)

^ KEMBALI KE ATAS

Jurnal TGB

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • 10
Prev Next

Kolom | Rilis Pers | Opini


MATARAMNEWS.CO.ID adalah situs media pemberitaan online. Melayani informasi dan berita khususnya mengangkat isu lokal daerah Nusa Tenggara Barat dengan memberdayaan kecepatan serta kedalaman informasi yang dikelola oleh jurnalis-jurnalis lokal yang handal.  Media online ini diperbaharui selama 24 jam dalam sehari, dan secara kreatif dan apik mengkolaborasikan teks, foto, video dan suara. Tim Kreatif Redaksi selalu berupaya menerapkan standar jurnalisme berkualitas dalam setiap liputan Redaksi

Selalu Terhubung :