Menu
Senin, 15 Oktober 2018 | 2:02:28 pm

Gubernur TGB : Prinsip Pancasila Selaras dengan Tuntutan Islam

Gubernur TGB diskusi Ekonomi Pasar Pancasila dan Pemberdayaan Ekonomi Umat, di Kantor Pusat Kegiatan ICMI di Jakarta Rabu (11/7/2018). Gubernur TGB diskusi Ekonomi Pasar Pancasila dan Pemberdayaan Ekonomi Umat, di Kantor Pusat Kegiatan ICMI di Jakarta Rabu (11/7/2018).

JAKARTA - Gubernur NTB, Dr TGH Muhammad Zainul Majdi yang juga Wakil Ketua Dewan Pakar Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) diundang Ketua Umum ICMI, Jimly Asshiddiqie dalam diskusi bertajuk Ekonomi Pasar Pancasila dan Pemberdayaan Ekonomi Umat di Kantor Pusat Kegiatan ICMI.

Diskusi yang digelar di Jakarta Rabu(11/7/2018) itu, juga dihadiri Wakil Ketua Dewan Penasehat ICMI Soetrisno Bachir, Anggota Dewan Pakar ICMI Muhammad Syafii Antonio.

Ketua Umum ICMI, Jimly Asshiddiqie mengundang gubernur yang akrab disapa TGB (Tuan Guru Bajang) ini, agar bisa menjelaskan aplikasi ekonomi pasar yang berbasis pancasila dan pemberdayaan ekonomi umat yang telah diterapkan di NTB.

"Kita tidak hanya mengundang praktisi dan akademisi. Tetapi juga Kepala Daerah yang langsung menerapkan konsep ekonomi pasar Pancasila dan pemberdayaan ekonomi umat melalui kebijakan-kebijakannya di daerah," jelas Jimly.

Memulai paparannya, gubernur mengatakan prinsip pancasila selaras dengan tuntutan islam. Dalam sudut pandang ekonomi juga tidak hanya menghadirkan kemakmuran namun juga keadilan.

"Rasulullah Shalallahu'alaihiwasalam ada tiga hal manusia tidak boleh mendominasi atau monopoli, yaitu sumber daya air, pangan, dan energi. Arti dari ungkapan rasul ini mengemukakan semangat pada titik tertentu pemerintah harus ikut turut campur dalam proses ekonomi, tidak boleh terlalu bebas", jelas TGB.

TGB mengatakan, prinsip Rasul itu diterapkan di NTB dengan membuat kebijakan di daerah melindungi masyarakat NTB. Pemerintah Provinsi NTB di bawah kepemimpinan TGB berusaha terus meningkatkan kualitas kesejahteraan masyarakat.

"Tahun 2017 pertumbuhan ekonomi tanpa tambang sebesar 7,1%, tertinggi ketiga di nasional. Kenapa tambang kami keluarkan?. Karena kami ingin mengukur aktifitas ekonomi yang lebih real. Sektor tambang sangat dipengaruhi oleh fluktuasi harga komoditas tersebut dan kebijakan internal perusahaan tambang tersebut", jelas TGB.

Penurunan kemiskinan di NTB, lanjut TGB, turun 1,01% dan menjadi salah satu yang tertinggi di Indonesia. Rasio gini bisa dikendalikan dibawah angka nasional, 0,36%.

"Di NTB selama 10 tahun terakhir terjadi pertumbuhan ekonomi yang sehat. Kenapa ini bisa terjadi? Karena kami mencoba untuk fokus. Tidak hanya fokus dalam jangka pendek, tetapi berusaha untuk sustainable. Kami coba untuk mendorong hilirisasi dan industriliasi. Pengolahan jagung dan rumput laut sudah semakin berkembang. Pariwisata juga merupakan salah satu sektor yang kami dorong. Kami bekerja sungguh-sungguh agar Islam bisa menjadi nafas yang positif bagi pariwisata. Tahun 2017 sudah 3,5 juta wisatawan datang ke NTB", jelas TGB.

(hms-ntb/mn-07)

^ KEMBALI KE ATAS

Topik Hangat bulan ini !

Kolom


MATARAMNEWS.CO.ID adalah situs media pemberitaan online. Melayani informasi dan berita khususnya mengangkat isu lokal daerah Nusa Tenggara Barat dengan memberdayaan kecepatan serta kedalaman informasi yang dikelola oleh jurnalis-jurnalis lokal yang handal.  Media online ini diperbaharui selama 24 jam dalam sehari, dan secara kreatif dan apik mengkolaborasikan teks, foto, video dan suara. Tim Kreatif Redaksi selalu berupaya menerapkan standar jurnalisme berkualitas dalam setiap liputan Salam Redaksi

Selalu Terhubung :