Menu
Senin, 24 September 2018 | 10:13:09 pm

HANI 2018, Samalas Institute Kembali Raih Penghargaan BNN

HANI 2018, Samalas Institute Kembali Raih Penghargaan BNN

MATARAM - Pada perayaan puncak peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2018 yang berlangsung, Kamis (12/7/2018). Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) NTB berikan penghargaan kepada sejumlah lembaga baik swasta maupun pemerintah.

Salah satunya Samalas Institute terpilih sebagai lembaga yang meraih penghargaan karena dedikasinya melakukan P4GN di wilayah Kota Mataram NTB.

Penghargaan diberikan langsung Kepala BNNK Mataram Drs Nur Rachmat. Bersamaan dengan itu, penghargaan serupa juga diberikan kepada Wakil Walikota Mataram H Mohan Roliskana dan Ketua DPRD Kota Mataram H Didi Sumardi.

Kepala BNN Kota Mataram Drs Nur Rachmat pada puncak perayaan HANI 2018 digelar Badan Anti Narkotika Nasional (BNN) Kota Mataram, Kamis (12/7/2018) di lapangan Sangkareang Mataram, menegaskan pentingnya upaya bersama melawan peredaran gelap narkoba yang menyasar anak-anak muda Indonesia.

Dikatakannya, dibutuhkan sebuah gerakan menyadarkan manusia untuk bersama melawan penyalahgunaan narkoba. Tak cukup sampai disitu, juga dibutuhkan solidaritas melawan narkoba yang jadi ancaman berbangsa dan bernegara sebagai upaya melawan kejahatan narkoba.

"Kejahatan peredaran gelap merupakan kejahatan dunia karena bagian dari proxi war oleh karena itu harus dilawan secara komprehensif," jelasnya.

Diakui, bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang terbuka. Ini merupakan kelemahan yang membuat Indonesia jadi pangsa pasar dunia di samping permintaan yang besar dengan harga tinggi. Kejahatan narkoba tak saja melibatkan individu tapi juga terorganisir jaringan sindikat dengan cakupan luas yang bekerja secara rapi dan rahasia.

"Hasil surve nasional pada 2017 yang dilakukan BNN bekerjasama dengan Pusat Penelitian Kesehatan UI bahwa tingkat prevalensi mrncapai 1,77 persen dari total jumlah penduduk atau sebesar 3.376.016 orang pada kelompok usia 10-19 tahun. Atau sedikitnya terdapat 12 ribu orang mati sia-sia tiap tahun," ungkapnya.

Kondisi demikian diperparah oleh tantangan menanggulangi narkoba yang koan rumit karena tantangan narkoba di samping munculnya berbagai narkoba jenis baru, juga perkembangan narkoba di dunia maya juga cukup mengkhawatirkan.

Sementara Wakil Walikota Mataram H. Mohan Roliskana, menilai data yang diungkap BNN sangat mencengangkan. Maka tak ada kata lain selain menyatakan perang terhadap barang haram ini.

"Kasus narkoba mengejutkan hal ini terlihat dari jumlah kasus yang kian meningkat," kata Mohan.

Diungkapkan Mohan, peredaran gelap narkoba yang menyasar anak-anak muda kini dijadikan proxi war. Negara luar menyatakan perang terhadap narkoba. Hal tersebut wajar karena akan berdampak pada ketahanan nasional.

"Jika rakyat sehat maka negara akan kuat," imbuhnya.

(mn-07)

^ KEMBALI KE ATAS

Topik Hangat bulan ini !

Kolom | Rilis Pers | Opini


MATARAMNEWS.CO.ID adalah situs media pemberitaan online. Melayani informasi dan berita khususnya mengangkat isu lokal daerah Nusa Tenggara Barat dengan memberdayaan kecepatan serta kedalaman informasi yang dikelola oleh jurnalis-jurnalis lokal yang handal.  Media online ini diperbaharui selama 24 jam dalam sehari, dan secara kreatif dan apik mengkolaborasikan teks, foto, video dan suara. Tim Kreatif Redaksi selalu berupaya menerapkan standar jurnalisme berkualitas dalam setiap liputan Redaksi

Selalu Terhubung :