Menu
Rabu, 21 November 2018 | 4:46:18 pm

Jaga Kamtibmas Jelang Pemilu 2019, Polsek Pagutan Galakkan Sholat Subuh Bejama'ah

Jaga Kamtibmas Jelang Pemilu 2019, Polsek Pagutan Galakkan Sholat Subuh Bejama'ah

MATARAM - Gerakan sholat subuh berjama'ah Polsek Pagutan, telah mulai digalakkan sebagai sarana untuk tetap menjaga kamtibmas jelang pesta demokrasi pemilu serentak 2019.

Sholat subuh berjama'ah yang dirangkai dengan tausyiah disampaikan oleh Ustadz Ali Ahmad, asal Pekan Baru, pada Minggu (14/10/2018), di Masjid Al-Imam Asy-Syafi'i Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram, dihadiri Kapolsek Pagutan beserta jajarannya, Ustadz H Abdul Wahab sebagai imam, serta ratusan jama'ah dari Lingkungan Karang Anyar, sekitaran wilayah Kota Mataram dan dari Kabupaten Lombok Barat sekitar 250 orang.

"Pesta demokrasi, pemilu Presiden, Wakil Presiden, DPD dan Legislatif 17 April 2019 mendatang, sudah mulai dari tahap kampanye," kata Kapolres Pagutan, Ipda Agus Rachman.

Ipda Agus menegaskan dalam menghadapi pesta demokrasi ini, pilihan boleh beda, tetapi jangan perbedaan itu menimbulkan permusuhan. "Berbeda-beda tetapi kita harus tetap satu," pesannya kepada para jama'ah sholat subuh yang diimami oleh Ustadz H Abdul Wahab.

Kapolsek Pagutan menggabarkan saat ini, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Polsek Pagutan sudah mulai kondusif.

Sementara Tausiyah yang disampaikan Ustadz Ali Ahmad, asal Pekan Baru, yang isinya yaitu pentingnya rasa aman untuk kekhusu'an ibadah kepada Allah SWT. Rasa aman akan tercipta jika kita beriman. Iman kepada Allah SWT.

"Akhir-akhir ini keimanan kita perlu dipertanyakan, banyak diantara kita lebih takut kepda CCTV daripada Allah SWT, kejahatan muncul dikarenakan kadar keimanan kita dititik nadir, kejahatan tidak mengenal tempat dan status sosial, banyak terjadi pencurian di Masjid-masjid, dari kalangan bawah sampai kalangan atas tidak luput dari sifat jahat," katanya.

Untuk itu, Ustadz Ali Ahmad mengajak jama'ah untuk perlu merefresh ulang iman dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Kapolsek sudah menyampaikan tentang pesta demokrasi, pilihan boleh beda tetapi jangan jadikan perbedaan menyebabkan permusuhan disinilah U'uwah Islamiyah harus ditingkatkan.

"Mudah-mudahan lahir pemimpin yang amanah dan bertaqwa, menasehati pemimpin harus 4 mata bukan diforum umum tidak dengan maksud mempermalukannya," pesannya.

Islam, lanjut ustadz Ali, sudah mengatur tata cara menasehati pemimpin atau Umarok. Jika nasehat kepada pemimpin untuk kebaikan diterima oleh pemimpin, maka akan tercipta keamanan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Apapun sifat dan kelakuan pemimpin, tegas Ustadz Ali, diharamkan untuk memberontak kepada pemerintah yang sah. Islam membuat lembut hati, jangan sampai jatuh kearah kekufuran dan kebidaahan.

"Jangan mentang-mentang kita Islam mudah mengkafirkan yang bukan dari golongan kita, tetapi mengenai ibadah kita harus menjalankan syariatnya, tidak merubah-rubah waktu dan tata cara ibadah," pesannya.

Untuk itu, Ustadz Ali meminta kepada jama'ah mulai sekarang kita harus perbaiki iman. Belajarlah Islam dimulai dengan baca Al-Qur'an. "Mari kita berdo'a kepada Allah SWT agar negeri kita diberikan kebaikan, siapapun yang akan jadi Pemimpin atau Umarok do'akan yang terbaik," katanya.

(mn-03)

^ KEMBALI KE ATAS

BERITA TERBARU


FOKUS

KOLOM





WWW.MATARAMNEWS.CO.ID adalah situs portal berita dan peristiwa.
Diterbitkan oleh PT. Mataram Media Lestari

Selalu Terhubung :