Menu
Senin, 17 Desember 2018 | 5:53:16 am

Desak Baiq Nuril Bebas, PMII Loteng Gelar Aksi Solidaritas

Desak Baiq Nuril Bebas, PMII Loteng Gelar Aksi Solidaritas

MN, LOTENG --Kasus Baiq Nuril terus mendapatkan simpati dari berbagai elemen masyarakat. Giliran Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Lombok Tengah menggelar aksi solidaritas, mendukung Baiq Nuril dibebaskan dari jeratan hukum.

Aksi solidaritas untuk mendukung Baiq Nuril bebas, digelar PMII Lombok Tengah (Loteng) di simpang tiga PLN Loteng, pada Senin (26/11/2018). Berbagai pamplet bertuliskan dukungan untuk kasus Baiq Nuril dibawa puluhan mahasiswa.

Korlap aksi, Zainudin, dalam orasinya mengatakan bahwa kasus Baiq Nuril merupakan sinyal kuat hukum tajam ke bawah dan tumpul ke atas.

Dimana menurutnya, kasus pelecehan seksual yang menimpa seorang bendahara sekolah, kemudian direkam oleh Baiq Nuril ini adalah merupakan bentuk ketidak berdayaan perempuan mempertahankan fitrah sebagai manusia yang harus di lindungi, bahkan untuk melaporkan kejadian yang menimpa dirinya pun tidak berani.

Untuk itu, PMII Loteng mendesak agar Baiq Nuril segera dibebaskan dari jeratan hukum yang menimpanya, dengan segera dilakukan peninjuan kembali.

PMII Loteng mengancam akan menggelar aksi dengan massa yang lebih bayak lagi jika tuntutan mereka untuk membebaskan Baiq Nuril ini tidak segera di laksanakan.



Baiq Nuril Akan di Bui Setelah Satu Bulan Terima Putusan Kasasi

Informasi terkini terkait kasus Baiq Nuril, seperti yang dilansir liputan6.com, bahwa putusan kasasi Mahkamah Agung menyatakan Baiq Nuril terbukti bersalah melanggar UU Informasi dan Transaksi Elektronik. Kejaksaan Negeri Mataram pun memberikan batas waktu atau deadline kepada Baiq Nuril untuk mengajukan upaya hukum luar biasanya atau Peninjauan Kembali (PK) sebelum dieksekusi sesuai vonis enam bulan penjara.

"Kami berikan paling telat satu bulan untuk Baiq Nuril mengajukan upaya hukum luar biasanya," kata Kepala Kejaksaan Negeri Mataram I Ketut Sumadana di Mataram, Senin (26/11/2018).

Jaksa yang pernah bertugas sebagai penyidik di lembaga antirasuah ini menjelaskan, batas waktu satu bulan akan berlaku sejak salinan putusan kasasi yang dikeluarkan Mahkamah Agung resmi diterima pihak Baiq Nuril. Setelah itu, kejaksaan akan mengeksekusi Baiq Nuril ke penjara.

"Jadi kalau lebih dari satu bulan kesempatan itu tidak digunakan untuk pengajuan PK-nya, kita akan lakukan eksekusi," ujarnya.

Sumadana mengungkapkan, batas waktu itu merupakan hasil perundingan dengan pihak Baiq Nuril. Kejaksaan dan pihak Baiq Nuril telah sepakat untuk menjalankan batas waktu pengajuan PK.

Jadi, jika sebelum batas waktu satu bulan itu permohonan PK yang diajukan Baiq belum diputus MA, yang bersangkutan bakal tetap ditahan dan menjalani masa hukumannya. Lain halnya jika dalam masa tenggang satu bulan itu MA memutus PK dan menyatakan Baiq tak bersalah, otomatis dia bebas tanpa harus menjalani putusan kasasi.

"Dalam pertemuan kemarin, kami juga ikut membahas soal salinan putusannya. Kami akan dorong MA untuk segera mengeluarkan," ucap Sumadana.

Mahkamah Agung melalui Majelis Kasasi yang dipimpin Hakim Agung Sri Murwahyuni, pada 26 September 2018, menjatuhkan vonis hukuman kepada Baiq Nuril selama enam bulan penjara dan denda Rp 500 juta subsider tiga bulan kurungan.

Dalam putusannya, Majelis Kasasi Mahkamah Agung membatalkan atau menganulir putusan pengadilan tingkat pertama di Pengadilan Negeri Mataram yang menyatakan Baiq Nuril bebas dari seluruh tuntutan dan tidak bersalah melanggar Pasal 27 Ayat 1 Juncto Pasal 45 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). --(mn-05)

^ KEMBALI KE ATAS

BERITA TERBARU


FOKUS

KOLOM





WWW.MATARAMNEWS.CO.ID adalah situs portal berita dan peristiwa.
Diterbitkan oleh PT. Mataram Media Lestari

Selalu Terhubung :