Menu
Senin, 22 Oktober 2018 | 1:05:43 pm

Ratusan Warga Antusias Ikuti Ritual "Perang Timbung"

Ratusan Warga Antusias Ikuti Ritual "Perang Timbung"

LOTENG - Salah satu ritual adat Sasak di Lombok Tengah, yang telah menjadi agenda tahunan yaitu "Perang Timbung". Digelar masyarakat di kawasan Makam Raja Pejanggik di Serewe, Desa Pejanggik, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah.

Perang Timbung merupakan ritual adat Sasak di Kabupaten Lombok Tengah, yang dilakukan setiap tahun pada bulan kedelapan penanggalan Sasak. Biasanya jatuh pada hari Jumat. Ritual ini dilakukan masyarakat untuk menolak balak atau menghindari cobaan dari hal-hal buruk sekaligus memohon berkah dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

"Perang Timbung ini dilaksanakan sebagai acara tolak balak, untuk menghindari cobaan dan memohon berkah dari Tuhan Yang Maha Esa," terang Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Loteng, HL. Muh. Putria, disela acara Perang Timbung, Jumat 25 Agustus 2017.

Selain itu, menurut Putria, Perang Timbung dijadikan sebagai wahana silahturahim untuk mempererat kesatuan antar warga masyarakat Pejanggik.

Dikatakan Putia, sebelum dilakukan Perang Timbung, masyarakat Pejanggik dan sekitarnya membuat Timbung (ketan yang diberi santan di masak dalam bamboo muda) secara bersama-sama di kawasan makam Serewe.

Hadir dalam acara tersebut selain Kadis Budpar Loteng, juga turut hadir Camat Praya Tengah, Kapolsek dan Tokoh Masyarakat serta ratusan masyarakat setempat.

(mn-08/r3)

^ KEMBALI KE ATAS

Kolom


www.MATARAMNEWS.co.id adalah situs portal berita dan peristiwa.
Diterbitkan oleh PT. Mataram Media Lestari
 Salam Redaksi

Selalu Terhubung :