Menu
Rabu, 13 Desember 2017 | 11:22:37 am

Slot Wisata Lotim dan KLU Perlu Dibenahi

Slot Wisata Lotim dan KLU Perlu Dibenahi

MATARAM - Angka kunjungan wisata ke NTB beberapa tahun terakhir meningkat pesat. Tidak terlepas dari peran Pemerintah Daerah (Pemda) yang gencar mempromosikan destinasi wisata ke berbagai pihak baik dalam dan mancanegara.

"Ini patut diapresiasi atas kerja keras dan strategi promosi wisata oleh Pemda, khususnya melalui Dinas Pariwisata maupun para pihak terkait," ucapa Direktur Mi6, Bambang Mei, Sabtu (2/12/2017), setelah melihat dari dekat bersama rombongan Tim Mi6 lainnya diantaranya Abdul Majid, Nuairi dan Hendra Kesumah, di beberapa lokasi wisata di Lotim yakni Pemandian Lemor, Sembalun dan Kabupaten Lombok Utara yakni desa adat Karang Bajo, Pelabuhan Amor Amor, Rest Wisata di daerah Kayangan.


Secara keseluruhan, Mi6 menilai bahwa infrastruktur penunjang di area wisata sudah cukup baik, terutama akses jalan hotmix, khususnya Suela menuju Sembalun, termasuk lokasi tanah longsor dipusuk pas Lombok Timur sudah dibangun dan diperbaiki dengan membuat tembok terasiring sepanjang tebing yang longsor.

"Arus lalu lintas lancar, warga Sembalun bisa melewati kawasan yang longsor beberapa waktu lalu," ujar Majid.

Sementara itu area Rest Arena di pusuk pas Sembalun sudah tertata dengan baik dan nampak indah. "Yang kurang adalah MCK yang tidak disediakan, termasuk Lampu penerangan jalan yang tidak ada," sambung Nuairi sembari mengatakan jika dikawasan tersebut ada Lampu Penerangan Jalan (PJU) maka mobilitas warga akan meningkat, otomatis perputaran ekonomi juga bertambah pesat.

Sementara itu Dewan Pendiri Mi6, Hendra Kesumah menyoroti soal kebersihan lingkungan di kawasan desa wisata sembalun yang belum optimal dilakukan oleh warga setempat. Selain itu disepanjang jalanan Sembalun juga tidak nampak tong tong sampah untuk publik.

"Kesadaran warga sembalun tentang kebersihan lingkungan masih perlu ditingkatkan dan di edukasi secara sistematis," ungkap Hendra yang juga Koordinator Jaring Pela Bali Nusra sambil berkata bahwa image wisatawan itu sangat sensitif soal kebersihan lingkungan.

Selanjutnya Nuairi juga menyoroti pintu masuk ke desa adat Karang Bajo, khususnya di pertigaan Senaru, penataan kios kios kuliner disepanjang jalan tidak tertata dengan baik.

"Terkesan Pemda KLU tidak melakukan "sentuhan" apapun untuk memberdayakan mereka," lanjut Nuairi sembari mengatakan dari dulu di kawasan tersebut tidak ditata dengan baik.

Lebih jauh Abdul Majid juga mengamati di kawasan pelabuhan Amor Amor KLU, lapak-lapak pedagang kuliner tidak tertata dengan rapi." Padahal jika ditata dengan baik dan rapi, maka kawasan Amor Amor akan ramai dikunjungi karena lokasinya yang strategis dan romantis dengan deburan ombak tepi lautnya itu," pungkasnya.

(mn-09/r3)

^ KEMBALI KE ATAS