Menu
Rabu, 17 Januari 2018 | 9:10:00 am

Amdal Wisata Bahari Labuhan Haji Dinilai Perlu di 'Restart Ulang'

Amdal Wisata Bahari Labuhan Haji Dinilai Perlu di 'Restart Ulang'

LOTIM - Pembangunan kawasan wisata bahari Labuan Haji, Lombok Timur (Lotim), dinilai perlu dilakukan kembali studi Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) atau restart ulang Amdal karena sudah tidak memiliki pantai.

Ketua KNPI Lotim, Taufiq mengatakan di restart ulangnya Amdal kawasan wisata bahari Labuhan Haji penting. Pasalnya saat ini kawasan Labuhan Haji sudah tidak lagi memiliki pantai seperti pada kawasan wisata yang ada di Dusun Suryawangi. Sehingga tidak layak menjadi kawasan wisata bahari.

"Bagaimana mungkin kawasan Labuan Haji ini, dikatakan sebagai kawasan wisata bahari oleh pemerintah. Sementara pada kawasan tersebut berdiri kokoh Pelabuhan Dermaga Niaga, break water sepanjang pesisir Suryawangi, Rumah Sakit dan SPBU nelayan, serta penbangunan lainnya yang sudah barang tentu bertolak belakang dari konsep pengembangan wisata bahari. Belum lagi kita berbicara limbah dari aktifitas pelabuhan niaga nantinya," kata Taufik, Minggu (7/1/2018).

Menurutnya, limbah rumah sakit yang berada di hulu sungai, yang sudah pasti akan memberikan dampak buruk pada air laut yang ada di pantai sekitar. "Sehingga bukannya masyarakat akan menikmati air laut yang jernih akan tetapi muncul masalah baru, penyakit kulit bisa mengintai," ungkapnya.

Bila pemerintah, lanjut Taufik, menyamakan konsep pengembangan wisata bahari Labuhan Haji, dengan konsep pengembangan wisata-wisata yang ada di Luar Negeri yang jauh lebih maju perencanaannya, Pemkab Lotim sedang bermimpi di siang bolong.

"Saya menduga, pembanguna yang sedang dilakukan oleh Pemkab Lotim saat ini pada kawasan wisata Labuhan Haji yang menelan anggaran hingga milyaran rupiah tersebut itu merupakan pembangunan yang berdasarkan kepentingan, bukan kebutuhan, karena dalam setiap pembangunan tidak menunjukan adanya perencanaan yang jelas terlebih Amdal pada kawasan wisata," tandasnya.

(mn-13/r3)

^ KEMBALI KE ATAS