Menu
Selasa, 21 November 2017 | 6:05:02 am

Tiga Kandidat Kada Resmi Daftar, PD Beberkan Banyak Skenario Pilkada 2018

Ketua Tim Penjaringan Kada/Wakada DPD Partai Demokrat NTB M Nashib Ikroman didampingi anggota tim Andi Mardan dan Samsul Anwar saat menerima dokumen pendaftaran dari bakal calon Gubernur NTB Prof Irjen Pol (Purn) Farouq Muhammad, di kantor DPD PD NTB. Ketua Tim Penjaringan Kada/Wakada DPD Partai Demokrat NTB M Nashib Ikroman didampingi anggota tim Andi Mardan dan Samsul Anwar saat menerima dokumen pendaftaran dari bakal calon Gubernur NTB Prof Irjen Pol (Purn) Farouq Muhammad, di kantor DPD PD NTB.

MATARAM - Tiga kandidat Kepala Daerah (Kada) mendaftarkan diri ke Tim Penjaringan Calon Kada/Wakada DPD Partai Demokrat (PD) NTB, pada Jumat 29 September 2017.

Kandidat pertama yang datang mendaftar adalah kandidat bakal calon Wali Kota Bima H Arahman H Abidin yang merupakan kader Partai Demokrat. Kemudian disusul bakal calon Gubernur NTB Kol CZI Rudy Irham Srigede. Keduanya diwakili tim masing-masing.

Terakhir yang datang mendaftar adalah bakall calon Gubernur NTB Prof Irjen Pol (Purn) Farouq Muhammad didampingi puluhan pendukungnya. Farouq menyatakan kesiapannya untuk bertarung pada Pilgub NTB 2018 mendatang.

“Semua akan kita proses sesuai mekanisme yang berlaku di Partai Demokrat", ungkap Ketua Tim Penjaringan Kada/Wakada DPD PD NTB, M Nashib Ikroman, di Kantor PD NTB, di Mataram, Jumat 29 September 2017.

Dimana, lanjut Ikroman, semua kandidat yang mendaftar memiliki peluang yang sama untuk diusung Partai Demokrat, sampai proses penjaringan selesai, ditutup dengan paparan visi dan misi masing-masing kandidat yang akan digelar 8 Oktober 2017 mendatang.

“Soal ada yang datang langsung mendaftar dan ada yang diwakili, tentu menjadi pertimbangan tim penjaringan", bebernya.

Terkait perkembangan politik, Ikroman menegaskan bahwa saat ini Partai Demokrat masih fokus untuk menuntaskan tahapan pendaftaran Pilkada serentak, yang akan berakhir tanggal 8 Oktober, dengan paparan visi misi kandidat sebagai bagian penutup dari tahapan tersebut.

Partai Demokrat menganggap wajar situasi dinamis dalam komunikasi politik antar partai politik (parpol), meskipun sejumlah partai sudah menyatakan deal untuk berkoalisi. Bagi Ikroman, hal tersebut sah-sah saja disampaikan masing-masing parpol.


"Hiruk pikuk ini juga terjadi di daerah lain, bahkan jika berkaca di Jawa Barat, sejumlah pasangan yang katanya sudah pasti, sudah mesra, tiba-tiba pecah kongsi. Hal seperti itu tidak menutup kemungkinan bisa terjadi di NTB. “Kan belum daftar ke KPU, tenda biru belum berdiri kan?", ujarnya dengan nada tanya.

Ikroman menegaskan, PD bukan partai kemarin sore yang latah dengan genderang parpol lain, sebab secara politik PD memiliki standing yang jelas, dalam menghadapi Pilkada serentak 2018.

"Partai Demokrat memiliki banyak skenario untuk Pilkada serentak 2018 di NTB. Seperti juga kata pak Ketum PD SBY, ada banyak skenario di 2019", tandasnya.

"Seperti yang saya ungkap sebelumnya. Insha Allah, kandidat yang akan diusung Partai Demokrat yang akan memenangkan Pilkada", tambahnya dengan rasa optimis.

Hal pokok yang menjadi tawar menawar bagi Partai Demokrat adalah bagaimana kepemimpinan NTB kedepan mampu mempertahankan standing pembangunan daerah yang sudah sangat membanggakan ditorehkan Gubernur NTB Tuan Guru Bajang (TGB) Dr HM Zainul Majdi.

"Ini bagian dari negosiasi politik kami. Bukan sekedar berpasangan dengan transaksi politik, tanpa content subtansial soal masa depan daerah", pungkasnya.

(mn-07/r3)

^ KEMBALI KE ATAS