Menu
Selasa, 21 November 2017 | 6:08:05 am

NTB Sudah Seyogyanya Menghargai Presiden Jokowi, Ini Alasannya

Anggota Komisi VII DPRD RI dari Fraksi Nasdem, Dr Kurtubi (kiri), saat menghadiri groundbreaking dan peresmian pembangunan Pembangkit 350 MW di Lombok NTB. Anggota Komisi VII DPRD RI dari Fraksi Nasdem, Dr Kurtubi (kiri), saat menghadiri groundbreaking dan peresmian pembangunan Pembangkit 350 MW di Lombok NTB.

MATARAM - Anggota DPRD RI Dr Kurtubi menegaskan sudah seyogyanya masyarakat NTB menghargai dan berterimakasih kepada Presiden Joko Widodo. Pasalnya, meski hanya mendapat suara pemilih 25 persen di NTB pada pilpres 2014 lalu, namun tidak menyurutkan perhatian besar Jokowi untuk membangun NTB.

Perhatian Presiden Jokowi terhadap masyarakat NTB terbukti, dalam kurun waktu tiga tahun memimpin, telah melakukan kunjungan kerja sebanyak enam kali ke NTB. Sejumlah proyek pembangunan berskala besar sudah, sedang dan akan dibangun di NTB.

"Proyek besar itu, seperti KEK Berbasis Wisata di Mandalika Lombok Tengah. Dan kita dorong untuk diikuti oleh pengembangan wisata Samota, Pantai Mawun, Selong Blanak, dan lainnya," ucap Anggota DPR RI asal NTB itu kepada media ini, Jumat 20 Oktober 2017.

Anggota Komisi VII DPR RI ini juga mendorong lahirnya KEK Berbasis tambang di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), serta mendorong impian NTB untuk Global Hub Kayangan yang terintegrasi dengan Kota Industri dan Kilang Bahan Bakar Mintak (BBM) di Kabupaten Lombok Utara (KLU).


Selain itu, politisi Partai Nasdem ini juga mengungkapkan bahwa komisinya terus mendorong untuk terpenuhinya kebutuhan listrik rakyat dan listrik untuk dapat mendukung investasi berbagai industri di NTB, termasuk untuk jangka panjang dengan membangun PLTN. Untuk ini BATAN akan melakukan F/S pembangunan PLTN di NTB.

"Hari ini saya ikut menyaksikan groundbreaking dan peresmian pembangunan Pembangkit 350 MW di NTB dan NTT yang diselenggarakan di lokasi PLTG Peaker Tanjung Karang Mataram," ujarnya.

Menurutnya, ini merupakan ikhtiar guna mempercepat kesejahteraan rakyat NTB sekaligus untuk memperkecil kesenjangan dengan daerah lain. Meski Gubernur TGB sudah berhasil menurunkan angka kemiskinan secara signifikan, dari 24 persen pada saat awal TGB menjabat dan kini sudah turun menjadi sekitar 14 persen, namun angka ini masih menempatkan NTB sebagai salah satu dari 10 provinsi termiskin di Indonesia.

"Listrik yang cukup untuk menopang investasi berbagai industri akan membuka banyak lapangan kerja, semoga. Amin," ucap Kurtubi.

(mn-09/r3)

^ KEMBALI KE ATAS