Menu
Jumat, 24 November 2017 | 9:04:00 am

M16 : Rakyat Perlu Digerakkan untuk Berswadaya dalam Pilkada

Direktur M16, Bambang Mei Finarwanto SH atau Didu. Direktur M16, Bambang Mei Finarwanto SH atau Didu.

MATARAM - Momentum Pemilihan Kepala daerah (Pilkada) serentak 2018, harus dimaknai sebagai pesta politik rakyat untuk memilih calon pemimpin daerahnya dengan baik.

"Rakyat harus didorong untuk berswadaya secara kolektif atau bergotong-royong membantu calon pemimpin daerah yang dipandang memiliki kepedulian dan keberpihakan kepada nasib rakyat," kata Direktur M16, Bambang Mei Finarwanto SH dalam siaran pers mingguannya, terkait pilkada serentak 2018, Minggu 22 Oktober 2017.

Menurut Didu, panggilan akrab Direktur M16, mendorong keswadayaan warga untuk berpartisipasi dalam menyemarakkan pilkada serentak ini penting, agar rakyat memiliki ikatan emosional dengan calon pemimpin daerah yang memiliki track record yang baik.

"Dengan membangkitkan budaya bergotong-royong dalam membiayai kampanye calon pilihannya, setidaknya meringankan beban cost politik calon pilihannya," ujar Didu.

Ia tidak menampik jika upaya mendorong keswadayaan dari rakyat membiayai kontestasi pilkada bukanlah hal yang mudah.

"Mindset rakyat sudah dibiasakan bahwa ajang politik dijadikan arena transaksional dukungan," katanya seraya menekankan bahwa transaksional suara harus ditiadakan agar calon pemimpin daerah tidak terbebani secara finansional.


Salah satu upaya menghapus money politik, lanjut Didu, dengan cara memperbanyak pendidikan pemilih atau civic education. "Perlu waktu, tapi harus dimulai disertai reward dan punishment agar ada effect jera," tegas Direktur M16 itu.

M16 mengamati ada fenomena menarik di Lotim. Di desa Tongton Suit misalnya, sudah ada gotong-royong dari warga desa untuk membantu sosialisasi paket SukMa. Mereka beranggapan ini bentuk warga desa menerima atas tampilnya Sukiman Azmi dalam Pilkada Lotim.

"Kami berswadaya mencetak stiker SukMa dng cara urunan," ujar Muhksin dari Dewan Masyarakat Sehat Lotim.

Sementara untuk Pilgub NTB, M16 melihat semua Cagub dan Cawagub dipastikan akan mendorong semangat keswadayaan pada loyalis konstituennya. Selain karena luasnya wilayah, calon yang tampil memiliki latarbelakang dengan kekhasan fanatisme pendukungnya.

Saat M16 bertemu dengan Cagub Suhaili FT misalnya, dia mengatakan bahwa semua Alat Peraga Kampanyenya (APK) disumbang dan dibuatkan oleh para loyalis vottersnya. "Saya tidak memiliki kekayaan yang besar, APK itu sumbangan semua," kata Suhaili yang juga Alumni Ponpes Yatofa NU.

Selain itu saat paket Ahyar-Mori deklarasi di Lotim beberapa waktu lalu terlihat bagaimana rakyat berduyun-duyun memenuhi arena acara. "Ini salah satu bukti kongkrit adanya kolektivitas keswadayaan rakyat yang terorganisir dengan baik," sambung Didu.

Terakhir kata Direktur M16, jika Siti Rohmi jadi diusung Demokrat tampil dalam ajang Pilgub NTB, maka jamaah NW tentu tidak akan tinggal diam. Jamaah NW pasti akan bahu membahu bergotong royong memenangkan Siti Rohmi seperti sepuluh tahun lalu memenangkan paket TGB dan Badrul Munir. "Begitulah hukum kausalitasnya, jika memiliki loyalis yang kuat dan militan," pungkasnya.

(mn-09/r3)

^ KEMBALI KE ATAS

Topik