Menu
Rabu, 17 Januari 2018 | 4:42:49 am

Belum Tetapkan Pemenang, Pilkades Tanak Gadang Memanas

Saifuddin SPd, SD, Calon Kepala nomor urut 2, Pilkades Tanak Gadang Pringgabaya Lombok Timur Saifuddin SPd, SD, Calon Kepala nomor urut 2, Pilkades Tanak Gadang Pringgabaya Lombok Timur

LOTIM – Pemilihan Kepala Desa Tanak Gadang Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur pada 13 Desember lalu ternyata berbuntut panjang. Bahkan pleno panitia yang difasilitasi Panwascam gagal mencapai kesepakatan.

Dalam pleno panitia yang difasilitasi Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Pringgabaya pada Kamis (14/12/2017) semalam ternyata gagal mencapai kesepakatan menyusul belum diterimanya keberatan tim sukses Saifuddin SPd, SD, Calon Kepala Desa Tanak Gadang nomor urut 2 yang menuntut dilakukannya penghitungan suara ulang atas 346 surat suara yang dinyatakan batal oleh oknum panitia secara sepihak dan memicu keributan di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Penghitungan suara ulang seluruh TPS adalah harga mati dan kita minta kotak suara digarispolisikan dan diamankan oleh aparat berwenang,” tegasnya kepada wartawan.

Menurut Saifuddin, banyaknya surat suara yang dinyatakan tidak sah oleh oknum panitia secara sepihak tersebut telah merugikan dirinya sebagai calon kepala desa karena lebih dari 70% surat suara yang dinyatakan batal tersebut merupakan surat suara pemilih militannya.

”Kami mempertanyakan dasar hukum surat suara itu dinyatakan tidak sah. Apalagi setelah diverifikasi oleh panitia pengawas kecamatan bahwa surat suara yang dikatakan batal itu justru sah. Inilah yang menimbulkan kericuhan dan keributan di TPS dan sampai hari ini belum ada penyelesainnya,”ungkap Saifuddin yang menyebutkan tim sukses dan para saksi yang diturunkan telah meminta proses penghitungan suara dihentikan hingga ada kejelasan status surat suara bermasalah tersebut sah atau tidak sah.

Menurutnya, jumlah surat suara yang dinyatakan tidak sah oleh oknum panitia secara sepihak dan menembus angka 346 suara merupakan kasus pertama kali dan mungkin paling aneh di seluruh Pilkades serentak di Lombok Timur.

”Jumlahnya fantastis dan kebetulan banyak dialami oleh surat suara yang mencoblos nomor urut 2,” terangnya lagi.

Atas kejadian ini, pihaknya telah melayangkan nota keberatan dan permohonan rekomendasi penghitungan suara ulang kepada Panwas Kecamatan untuk mempertegas status surat suara yang dinyatakan batal secara sepihak oleh Panitia Pilkades.

”Kita juga meminta jaminan seluruh kotak suara diamankan oleh Panwas Kecamatan,”tuturnya.

Ia berharap kasus ini segera diselesaikan oleh pihak terkait, karena suasana di lapangan tidak bisa dijamin kondusif dan berpotensi menimbulkan kerawanan dan gangguan kamtibmas.

”Kami akan bersurat juga kepada Bupati Lombok Timur agar menurunkan tim sengketa Pilkades untuk dapat mencarikan solusi terbaik bagi kami. Karena kasus ini nyata dan terang-benderang merugikan kami,” imbuhnya lagi dan menuntut proses Pilkades Desa Tanak Gadang berjalan secara jujur, adil, transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Lombok Timur H Juaini Taufik mengaku telah menerima tembusan surat keberatan yang dilayangkan oleh Saifuddin SPd SD, Calon Kepala Desa Tanak Gadang Nomor Urut 2 dan berjanji akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menuntaskan kasus ini secepatnya.

”Sepanjang ada keberatan dan masih bersengketa, tentu berpengaruh pada proses selanjutnya. Inshaallah kami akan upayakan jalan keluar terbaik untuk kepentingan semua pihak,” janjinya.

Sebenarnya kasus serupa juga terjadi di sejumlah Pilkades di Lombok Timur dan dapat diselesaikan melalui Penghitungan Suara Ulang di Kecamatan. Ini berkaitan dengan perbedaan persepsi soal suara sah dan tidak sah di tingkat TPS sebagaimana kasus di Desa Ekas Buana Kecamatan Jerowaru Lombok Timur.

(r3)

^ KEMBALI KE ATAS