Menu
Rabu, 17 Januari 2018 | 8:58:27 am

Hasil Pleno KPU NTB, Ali-Sakti Belum Aman

Ketua Tim pasangan Ali-Sakti,Basri Mulyani.SH.MH didampingi  penghubung (LO) Fahmi ketika melakukan penandatangan berita acara rapat pleno. Ketua Tim pasangan Ali-Sakti,Basri Mulyani.SH.MH didampingi penghubung (LO) Fahmi ketika melakukan penandatangan berita acara rapat pleno.

MATARAM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) NTB akhirmya menetapkan bahwa pasangan bakal calon perseorangan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB Ali-Sakti harus kembali melakukan perbaikan dukungan.

Berdasarkan hasil rapat pleno terbuka rekapitulasi verifikasi faktual dukungan bakal calon perseorangan gubernur dan wakil gubernur NTB 2018 yang digelar KPU NTB pada Selasa (2/1/2018) bahwa masih terdapat kekurangan dukungan.

Dari hasil pleno tersebut, dari ratusan ribu syarat dukungan yang telah diserahkan oleh pasangan bakal calon Ali-Sakti dan telah dilakukan verifikasi oleh petugas dari KPU yang dinyatakan memenuhi syarat (MS) sebanyak 252.818 dukungan. Sementara itu berdasarkan syarat dukungan yang harus dipenuhi oleh pasangan bakal calon perseorangan untuk bisa mendaftar menjadi calon gubernur dan wakil gubernur NTB yaitu sebanyak 303.331 dukungan.

Ketua KPU NTB Lalu Aksar Ansori mengatakan bahwa yang Memenuhi Syarat (MS) sebanyak 252.818 dan yang Tidak Memenuhi Syarat (TMS) sebanyak 50513 dukungan.

"Karena itu yang harus dilakukan perbaikan minimal sebanyak 101.026 dukungan," ucapnya dalam rapat pleno di salah satu hotel di Kota Mataram, Selasa (2/1/2018) pagi.

Karena itu diberikan waktu pada pihak pasangan bakal calon untuk melakukan penyerahan dukungan perbaikan pada 18-20 Januari 2108 mendatang sebanyak dua kali lipat dari dukungan yang TMS yaitu sebanyak 50.513 dukungan. "Jadi kita tidak ada lagi diberikan perbaikan setelah waktu yang telah ditentukan," tegasnya.

Pada rapat pleno terbuka tersebut dihadiri oleh para Komisioner KPU se NTB, Bawaslu NTB, tim pemenangan dan penghubung pasangan Ali-Sakti serta dari Kesbangpoldagri dan Dukcapil.

Sementara itu terkait dengan hasil rapat pleno, tim pasangan Ali-Sakti memberikan beberapa catatan. Ketua tim Ali-Sakti, Basri Mulyani.SH.MH, mengatakan bahwa dukungan yang TMS itu terbesar terjadi karena persoalan desa depinitif.

Selain itu ungkapnya bahwa persoalan lainnya yang terjadi khusus di Kota Mataram yaitu petugas verifikator yang datang untuk melakukan verifikasi pada saat jam kantor atau dipagi hari saat warga sedang bekerja akibatnya menyebabkan banyaknya terjadi Tidak Ditemukan (TD). Bahkan ada juga lanjutnya petugas yang tidak mau datang untuk verifikasi ketika warga yang telah di TD dikumpulkan disatu tempat namun hanya mau datang ketika warga dikumpulkan di kantor Lurah.

Sedangkan terkait dengan kekurangan dukungan, Basri yang juga berprofesi sebagai pengacara tersebut menegaskan bahwa pihaknya siap dan telah menyiapkan untuk menyerahkan dukungan pada masa perbaikan.

"Kita akan memenuhi masa perbaikan dan sudah siap untuk melakukan perubahan dan kita siap diatas 100 ribu dan bahkan siap 4 kali libat," pungkasnya dengan penuh keyakinan dan diamini oleh tim lainnya, Fahmi.

(mn-07/r3)

^ KEMBALI KE ATAS