Menu
Rabu, 20 Juni 2018 | 3:37:04 am

Sebelum Memilih, Sebaiknya Masyarakat Cermati Visi Misi dan Program Kerja Calon Kada

Sebelum Memilih, Sebaiknya Masyarakat Cermati Visi Misi dan Program Kerja Calon Kada

MATARAM - Setelah usai pendaftaran para kandidat calon Kepala Daerah (Kada) NTB ditutup KPU, maka masyarakat pemilih perlu mencermati secara seksama visi misi dan program kerja calon Kada, Gubernur dan Wakil Guberur NTB jika kelak terpilih.

Mengingat visi misi dan program calon Kada NTB merupakan cerminan Rencana Strategis (Renstra) dan bagaimana mewujudkannya selama lima tahun kepemimpinannya. Pemilih harus fokus sekarang, sebelum menentukan pilihannya di bilik suara, untuk menyimak dan mempelajari dokumen visi misi dan program kerja para kandidat.

"Momentum itu terjadi pada saat debat kandidat yang akan diselenggarakan KPU nanti," kata Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto di Mataram, Jumat (12/1/2013) kemarin.

Pria yang akrab disapa Didu itu mengutarakan bahwa visi misi seorang calon pimpinan daerah sangatlah penting bukan sekedar syarat pendaftaran, melainkan juga memperlihatkan bagaimana seorang pemimpin melihat memikirkan dan menganalisa persoalan masyarakat pemerintahan dan daerah serta bagaimana cara pandang atau point of view dan cara kerja untuk memecahkan masalah dan mau dibawa kemana.

"Visi misi dan program kerja ini menentukan kualitas calon, partai pendukung dan tentu saja corak masyarakat dan daerah yang dicita-citakan," ujar Didu.

Lebih lanjut dikatakan Direktur Mi6 yang juga mantan Eksekutif Daerah Walhi NTB itu, bahwa dengan mengupas visi misi ini menjadi tahu navigasi kepemimpinan seorang calon Gubernur NTB. Misalnya bagaimana suatu daerah dan masyarakat tani mau dibangun masa depannya. Tiba-tiba dia bicara industri atau wisata sebagai visi misi, nah bagaimana ini dilakukan.

"Kalau pemimpin berkualitas dia tentu saja memikirkan secara komprehensif mulai dari investasi, proses perubahan dari petani ke industri atau wisatanya bagaimana, dan aspek ekonimi budaya dan lingkungan serta sosial lainnya di desain," katanya.

Ia melihat sesungguhnya dari visi misi ini akan kelihatan kapasitas para calon Gubernur NTB. Apakah hanya sekedar ingin berkuasa atau justru berpihak pada buruh petani dan petani atau bahkan hanya ingin nenikmati keuntungan ekonomi politik semata. "Jadi visi misi membongkar motif seseorang berkuasa," tegasnya.

Dari empat Paslon Gubernur NTB, ia melihat karakteristik yang berbeda menyangkut visi misi dan programnya. Misalnya paket Zul-Rohmi dengan tag line melanjutnya ikhtiar TGB artinya jika kelak terpilih, maka Zul-Rohmi akan melanjutkan hasil-hasil pembangunan yang telah dicapai selama kepemimpinan TGB-Amin maupun program pembangunan yang belum dilaksanakan.

Demikian pula dengan paket Ahyar-Mori yang mengedepankan persatuan, maka jika kelak terpilih pasti akan mengedepankan aspek pemerataan pembangunan sebagai upaya menjadi persatuan sesama warga NTB ."Paket Ahyar-Mori mencerminkan keseimbangan keterwakilan etnis di NTB," ungkap Didu.

Sementara itu, lanjut Didu, paket Suhaili-Amin dan Ali-Sakti, tag linenya mengedepankan populisme. Maka visi misi dan programnya bisa diduga akan mengutamakan peran serta dan partisipasi rakyat dalam program pembangunan.

"Apalagi Ali BD adalah sosok aktivis LSM yang paham betul kondisi dan karakteristik masyarakat NTB," kata Didu dengan nada bertanya, sembari mengatakan Suhaili pun sebagai politisi dan birokrasi kesan merakyatnya sudah menjadi rahasia umum. Rakyat Loteng mudah menemuinya tanpa protokoler.

Terakhir Didu menambahkan dengan membedah visi misi dan programnya, pemilih menjadi tahu apakah memang terintegrasi dan komprehensif atau justru parsial dan sektoral. "Dan yang lebih penting lagi apakah program dan biayanya itu memang ditujukan untuk kepentingan rakyat dan daerah atau sebaliknya," pungkasnya.

Tagih Janji Politik

Sementara itu Sekretaris Mi6, Lalu Athari Fathullah mengatakan dalam sebuah Kompetisi apapun namanya selalu menjadi salah satu hal yang terpenting yaitu visi dan misi, sama halnya dengan proses pemilihan Kepala Daerah. "Kenapa visi dan misi begitu penting?. Karena visi dan misi menjadi acuan dan pegangan utuk menjalankan program lima Tahun kedepan," ujarnya

Athari melanjutkan, oleh karenanya visi dan misi sesorang calon sangatlah penting, karena visi misi ini juga menjadi kerangka berfikir secara konstruktif untuk membangun daerah dalam jangka panjang, selain itu visi dan misi calon sangatlah berpengaruh terhadap para pemilih, karena masyarakat bila ingin menentukan pilihan terhadap calon tertentu pasti melihat visi dan misi.

Lebih jauh ia mengatakan dalam konstelasi pemilihan Kepala Daerah, visi dan misi menjadi salah satu syarat mutlak yang wajib di serahkan ke panitia penyelenggara, sebagai bentuk komitmen, apabila nanti paslon tersebut menang maka yang akan menjadi kerangka dan acuan dalam menjalankan roda kepemimpinan adalah visi dan missi.

Visi dan misi ini sama dengan janji politik para calon. Oleh sebab itu, calon yang hebat bisa dilihat dari visi msinya. Minsalkan dari beberapa calon Gubernur yang bermunculan sudah mengelurkan jargon masing-masing yang sudah barang tentu tercover dalam visi dan misi.

"Misalkan Zul-Rohmi, Menuju NTB GEMILANG. Abduh-Mori, NTB Untuk Semua. Suhaili-Amin, NTB Bersatu. Sedangkan Ali-Sakti, Maju Bersama Rakyat," terang Athari.

Athari juga menegaskan semua jargon masing-masing calon, itu sudah tertuang secra princi dan detail dalam visi misi. "Apabila nanti salah satu menang maka rakyat bisa menagih janji politik yang tertuang dalam visi misi paslon," imbuhnya.

(mn-07/09/r3)

^ KEMBALI KE ATAS