Menu
Rabu, 20 Juni 2018 | 3:41:37 am

Ahmad : "Demokrasi Kita Bukan Demokrasi Kriminil"

Sekretaris Partai NasDem Lombok Tengah (Loteng), Ahmad SH Sekretaris Partai NasDem Lombok Tengah (Loteng), Ahmad SH

LOTENG - NTB termasuk yang akan menggelar pemilihan kepala daerah (pilkada) 2018, dari 171 daerah di sluruh Indonesia yang akan melangsungkan pilkada secara serentak. Partai politik dan gabungan partai politik pun telah mengusung calon masing-masing dan siap bertarung.

Melihat perkembangan terbaru menyambut pilkada serentak di NTB, Sekretaris Partai NasDem Lombok Tengah (Loteng), Ahmad SH menyatakan bahwa ada perkembangan yang kurang menarik dalam kontestasi perebutan takhta kepala daerah.

Ahmad mencontohkan, media sosial menjadi lahan caci maki dan saling mengolok-olok sesama pendukung, dalam satu postingan saja bisa di komentari paling sedikit 200-an. Baik pendapat atau komentar maupun sekedar memberi like.

"Demokrasi kita bukan demokrasi kriminal," tegas Ahmad di Loteng, Jumat (19/1/2018).

Menurut Ahmad yang juga Sekretaris Tim Koalisi Bersatu Suhaili-Amin di Lombok Tengah ini, jika NTB menyatakan secara mayoritas mempunyai pemilih cerdas, maka hal demikian terbalik sama sekali dengan perilaku dan tindakan yang tidak perlu dari para pendukung paslon.

"Seharusnya para pendukung itu perang gagasan. NTB maupun Kabupaten/Kota kedepan itu harus bagaimana, infrastrukturnya, planologinya, daya dukung lingkungannya, sumber daya manusia harus ditingkatkan atau tidak. Bukan dengan adu mulut dan melakukan tindakan bar-bar, merusak alat peraga dan lainnya," ujarnya seraya bertanya apa yang seharusnya dilakukan?.

KPU dan Bawaslu sedang bekerja sesuai perintah konstitusi. Namun Ahmad menekankan bahwa yang lebih penting adalah partai politik sebagai tulang punggung dari semua proses ini harus bekerja lebih. Partai bisa memantau keadaan sehingga para kader dan simpatisannya bekerja dengan simpatik.

"Seperti Tim Suhaili-Amin yang cukup ketat menyaring materi kampanye, kutipan-kutipan dari pasangan calon harus memberikan kesejukan dan fakta. Sehingga rakyat bisa menilai dan memberikan pendapat atas kinerja selama ini, tapi dengan cara yang baik dan tentu mengedepankan etika dalam berpolitik," imbuhnya.

Pemilukada sebenarnya menurut Ahmad, ajang pembuktian kalau partai dan rakyat bisa bersama-sama memberikan teladan. Sehingga yang terpilih nanti benar-benar putra daerah terbaik.

"Yang terpilih nanti bukan memenangkan calon dengan 'maen kayu' yang disertai dengan kalimat caci maki. Apalagi menyerang pribadi paslon," tegasnya.

(mn-09/r3)

^ KEMBALI KE ATAS