Menu
Rabu, 20 Juni 2018 | 3:26:48 am

AMAN The Great vs Ali-Sakti, Cerminan Pertarungan Marwah dan Gengsi Politik

AMAN The Great vs Ali-Sakti, Cerminan Pertarungan Marwah dan Gengsi Politik

MATARAM - Publik seantero NTB saat ini menanti hari penetapan paslon Pilgub NTB oleh KPU, 12 Februari 2018. Hal ini tentu terkait dengan siapa paslon yang lolos mengikuti etape kontestasi Pilgub NTB 2018.

Terlepas hal tersebut, menarik untuk melihat postulat AMAN The Great vs Ali-Sakti. Hal ini karena kedua paslon itu memiliki "inner beauty politik" yang kuat di mata publik, khususnya performance dan ketangguhan daya jelajah mesin politik yang berbeda fatsun.

"Ibarat kapal induk, AMAN The Great, dengan ketangguhan mesin parpol pengusungnya dan relawan loyalisnya diprediksi akan sanggup menjelajah dan melakukan penetrasi politik yang masiv pada setiap jengkal wilayah kekuasaan politik yang berhasil di "AMAN" kan," kata Direktur M16, Bambang Mei Finarwanto SH dalam analisis politik M16 terkait rivalitas AMAN The Great vs Ali-Sakti yang disampaikan ke media ini, pada Minggu (4/2/2018) malam.

Misalnya, menurut Direktur M16, PDIP NTB parpol pengusung AMAN sudah memberikan instruksi tegas disertai reward and punishment kepada semua kadernya untuk berjuang secara sungguh-sungguh penuh dedikasi agar memenangkan AMAN di wilayahnya.

Sementara itu Ali-Sakti, sebagai calon independen dengan 303 ribu loyalis vottersnya terlihat makin agresif dalam melakukan penetrasi di kantong-kantong pemilih, khususnya di tiga wilayah yang memiliki jumlah pemilih besar yakni Lotim, Loteng dan Lobar.

Gerakan paket Ali-Sakti untuk memperluas massa pendukungnya terlihat makin sistematis dan terukur. Hal ini tentu terkait kepastian dukungan dari rakyat untuk memenangkan paket Ali-Sakti melawan Cagub NTB yang diusung parpol.

Ali BD sebagai panglima politiknya terlihat begitu piawai memainkan ritme dan psikologi massa dengan melontarkan berbagai statemen atau opini di media yang kerap menjadi polemik.

Ibarat ring tinju, sosok Cagub Ali BD sungguh cerdik mengatur irama permainan gerbongnya, kapan harus melakukan hook politik, jeb jeb ringan ataupun merangkul seperti baru baru ini Ali BD tiba-tiba bersama TGB dalam satu acara. Padahal beberapa waktu sebelumnya, Ali BD sempat melontarkan statement soal wisata halal yang menuai polemik di publik.

Paket AMAN the Great vs Ali-Sakti, cermin pertarungan marwah dan gengsi politik sejati. Hal ini terkait background politik para calon gubernur NTB ini dengan segala track record dan pengalaman sebagai petarung politik yang hebat.

Direktur M16 melanjutkan AMAN sebagai gerbong besar yang didalamnya berhimpun para petarung politik dengan berbagai karakter dan spesifikasi keahlian politik yang tidak perlu disangsikan lagi. "Ketua PDIP NTB Rachmat Hidayat yang juga menjadi anggota parlemen sejak.1982 misalnya, tak perlu disangsikan kepiawaiannya dlm meraih dukungan rakyat," ujar Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto SH yang didampingi Sekretaris M16, Lalu Athari Fathullah SE.

Parpol pengusung lainnya, PPP NTB pilihan Hj Wartiah, pasti akan siap menggerakkan gerbong partai dan loyalisnya guna memback up AMAN. "Di internal PPP pasti akan ada instruksi khusus untuk memenangkan paket AMAN," lanjut Didu panggilan akrab direktur M16 itu.

Sementara itu Sekretaris M16 Lalu Athari Fathullah menilai Ali-Sakti tentu memiliki kalkulasi politik tersendiri untuk memusatkan energi politiknya melakukan penetrasi ditiga wilayah tersebut. "Lotim, Lobar dan Loteng diprediksi menjadi lumbung utama peroleh suara Ali-Sakti," katanya sembari mengatakan apabila Ali-Sakti menang telak di tiga wilayah tersebut, Ali-Sakti Gubernur NTB 2018-2023.

Athari menambahkan secara matematik politik Ali-Sakti tetap memiliki peluang memenangi Pilgub NTB dengan berbagai alasan yang rasional antara lain:

Pertama, Ali-Sakti dengan back up 303 ribu loyalis vottersnya lebih mudah meraih dukungan suara dibanding paslon yg diusung parpol karena mapping dan konsentrasi pemilih loyal nya sdh ada dlm data basenya.

Kedua, keberadaan Lembaga Survey LSI yang memback up Ali-Sakti tak perlu diragukan kredibilitas dalam meng up grade paslon yang ditangani.

Ketiga, jejaring Ali-Sakti yang sudah terbina sejak lama. Sebagaimana diketahui Ali BD dulunya aktivis LSM yang sering turun ke masyarakat. Lewat Yayasan Swadaya Membangun (YSM) Ali BD banyak terlibat dalam membantu rakyat miskin lewat berbagai program charity.

Selain itu didirikannya Universitas Gunung Rinjani salah bukti Ali BD peduli terhadap pengembangan SDM untuk memajukan NTB. "Kedua hal tersebut baru sebagian networking Ali BD di rakyat yg siap memenangkan.paket ini plus ditambah jejaring Jamaah NW," ungkap Athar.

Mataram Simbol Prestise Politik AMAN

Meskipun Kota Mataram pemilihnya relatif kecil dibanding tiga kabupaten tersebut. Tapi secara prestise, bagi AMAN dan Ali-Sakti memiliki arti penting secara politik. "Mataram adalah simbol benteng AMAN yang harus dipertahankan loyalitas warganya untuk AMAN," kata Athari.

Sementara itu, lanjut Athar, dimata paslon lain, khususnya Ali-Sakti berharap warga kota Mataram kelak bisa menjatuhkan pilihan politiknya ke Ali-Sakti. "Inilah obsesi politik sesungguhnya dari Ali-Sakti ingin menang juga di benteng pertahanan AMAN," ujar Athari sambil mengatakan justru di kota Mataram ini banner dan baliho Ali-Sakti bertebaran disetiap sudut kota.

Bagi Didu, Mataram sebagai simbol politik AMAN akan dijadikan ajang perebutan pengaruh Paslon Pilgub NTB lainnya karena secara politik, Mataram identik dengan episentrum kekuasaan politik di NTB yang memiliki gengsi dan bobot politik tersendiri, tidak sekedar perolehan suara semata. "Kurang afdol secara prestise politik, jika kemenangan para paslon Pilgub NTB tidak linier dengan perolehan suaranya di kota Mataram," pungkasnya.

(mn-07/r3)

^ KEMBALI KE ATAS