Menu
Sabtu, 21 Juli 2018 | 5:24:04 pm

Aksar Tegaskan Tidak Ada yang Bisa Intervensi KPU

Lalu Aksar Ansori, ketika menerima puluhan massa dari Lombok Tengah yang mengaku peduli terhadap pesta demokrasi Pilgub NTB, di depan kantor KPU NTB di Jalan Langko Mataram, Sabtu (30/6/2018). Lalu Aksar Ansori, ketika menerima puluhan massa dari Lombok Tengah yang mengaku peduli terhadap pesta demokrasi Pilgub NTB, di depan kantor KPU NTB di Jalan Langko Mataram, Sabtu (30/6/2018).

MATARAM - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nusa Tenggara Barat, Lalu Aksar Ansori menegaskan tidak ada yang bisa intervensi KPU. Tidak ada kaitannya juga dengan hasil Pilkada NTB yang dikeluarkan versi hitung cepat atau quick count lembaga survei.

"Kami tegaskan bahwa KPU tidak menggunakan hasil lembaga survei," kata Lalu Aksar Ansori, ketika menerima puluhan massa dari Lombok Tengah yang mengaku peduli terhadap pesta demokrasi Pilgub NTB, di depan kantor KPU NTB di Jalan Langko Mataram, Sabtu (30/6/2018).

Aksar mengungkapkan bahwa saat ini sedang berlangsung perhitungan berjenjang. Saat ini sedang pleno di tingkat Kecamatan atau PPK. Di sana, saksi paslon dan Panwascam hadir untuk menyaksikan proses penghitungan suara.

Karena itu, Aksar kembali menegaskan dan berkomitmen bahwa tidak ada siapapun yang bisa pengaruhi dan intervensi penyelenggara pemilu KPU dalan menetapkan hasil pilgub NTB.

Sementara itu puluhan massa dari Lombok Tengah yang mendatangi kantor KPU dengan cara konvoi itu, meminta agar penyelenggara pemilu untuk bekerja sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. Mereka juga menyatakan memberikan supot dan menjadi garda terdepan untuk mengawal KPU yang bekerja sesuai dengan aturan.

"Kami minta KPU untuk tetap menjaga independensinya terkait hasil pemikukada gubernur dan wakil gubernur NTB 2018 ini," ucap koordinator aksi, Hamzanwadi, ketika berorasi di depan kantor KPU NTB.

Mereka mengancam, jika dikemudian hari ditemukan KPU ikut bermain main terhadap hasil pilkada maka pihaknya tidak akan segan segan melakukan perlawanan.

Aksi puluhan massa itu mendapat pengawalan dari aparat kepolisian sejak berangkat hingga pulang menuju Lombok Tengah.

(mn-07)

^ KEMBALI KE ATAS