Menu
Kamis, 16 Agustus 2018 | 5:29:58 pm

Pleno Rekapitulasi Suara Pilgub NTB Diwarnai Unjukrasa

Pleno Rekapitulasi Suara Pilgub NTB Diwarnai Unjukrasa

MATARAM - Rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil perhitungan suara tingkat provinsi, pemilihan gubernur dan wakil gubermur 2018 yang digelar oleh KPU NTB, diwarnai aksi unjukrasa.

Aksi unjukrasa digelar oleh massa yang menamakan dirinya Aliansi Masyarakat NTB Menggugat. Mereka menggelar aksinya disamping hotel tempat perhelatan rapat pleno KPU NTB, di jalan Bung Karno Mataram.

Massa dalam tuntutannya meminta agar proses rapat pleno yang sedang digelar oleh pihak KPU NTB untuk dihentikan karena dianggap masih banyaknya persoalan yang belum terselesaikan pada saat pelaksanaan pungut hitung.

Maka dari itu dalam orasi yang disampaikan oleh salah satu koordinator aksi, Lalu Izzi mengatakan bahwa dugaan pelanggaran yang terjadi harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum dilaksanakan rapat pleno.

"Karena itu jika persoalan persoalan dugaan pelanggaran diselesaikan maka produk yang dihasilkan tentu inkonstitusional. Kami akan tetap akan menerima apapun hasil pilkada asal jika itu dihasilkan dari proses yang bersih," ucapnya dengan tegas dihadapan ratusan massa aksi.

Tidak itu saja pada kesempatan tersebut massa aksi juga sempat menyampaikan terkait dengan adanya upaya intervensi yang dilakukan oleh pihak penguasa.

"Ada apa pihak Pol PP diturunkan dan hanya Lombok Tengah saja, padahal kita ketahui bahwa mereka punya tugas untuk mengawal Peraturan Daerah (Perda)," ungkapnya.

Lalu kami pertanyakan apa tujuan penegak perda itu diturunkan untuk mengecek perhitungan suara pilkada.

Massa alsi sempat melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian agar bisa bertemu dengan pihak penyelenggara pemilu yaitu KPU dan Bawaslu NTB.

Setelah ditunggu akhirnya massa ditemui oleh Ketua Bawaslu NTB, M Khuwalid kepada massa aksi dikatakan bahwa pihak Bawaslu terus melakukan pengawasan sesuai dengan prosedur.

"Kami terus pertanyakan apa yang terjadi terkait dugaan dugaan pelanggaran didalam rapat pleno," ucapnya.

Menurutnya bahwa tahapan pleno ini harus di lalui karena diforum ini tempat membahas semua temuan maupun dugaan pelanggaran, dugaan pelanggaram semua kita proses baik itu bagi-bagi sabun, bagi-bagi sirup, bagi-bagi sarung maupun bagi-bagi kurma," ungkapnya.

(mn-07)

^ KEMBALI KE ATAS