Menu
Jumat, 24 November 2017 | 9:06:07 am

Hamzanwadi Istitute Sebut Ketua Fraksi Gerindra NTB itu 'Sakit Jahil'

Nashib Ikroman, Sekretaris Hamzanwadi Institute Nashib Ikroman, Sekretaris Hamzanwadi Institute

MATARAM - Pihak Hamzanwadi Institute angkat suara terkait dengan tanggapan yang dilontarkan oleh salah satu wakil rakyat dari Partai Gerindra DPRD NTB soal gelar pahlawan nasional yang dianugrahkan oleh pemerintah kepada Almarhum TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid (ZAM).

Hamzanwadi Institute dengan tegas mengecam Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD NTB, H Hamja, karena pernyataannya di pemberitaan sebuah media online lokal, yang menuding gelar pahlawan nasional yang dianugerahkan kepada pendiri NW, Maulana Syaikh sarat kepentingan politik.


Pernyataan tersebut dianggap Hamzanwadi Institute, sebagai bentuk mendiskreditkan gelar pahlawan nasional yang diberikan kepada Almarhum Maulana Syaikh Muhammad ZAM.

Lewat rilis yang diterima media ini, Kamis (9/11/2017), Sekretaris Hamzanwadi Institute, Nashib Ikroman, mengatakan bahwa iri, dengki hati, buruk sangka, ditambah tidak pernah belajar dan membaca memang akan selalu hasilkan kesesatan.

Menurut Nashib, Malauna Syaikh Muhammad Zainuddin Abdul Madjid berjuang tidak hanya melawan penjajah belanda dan jepang. Namun juga sejak pulang dari Tanah Suci Mekkah berjuang melawan kebodohan dan keterbelakangan.

"Yang pas untuk ketua Fraksi Gerindra, saya juga nyanyikan bait atau lagu yang dikarang Maulana Syaikh, judulnya 'sakit jahil ndekne arak oatna selainan sik te beguru ngaji' (sakit jahil tidak ada obatnya selain hanya berguru mengaji atau belajar agama)," ucapnya.

Ia menambhakan bahwa orang yang tidak belajar dan mengaji, akan membentuk orang-orang atau sekelompok orang yang disebut Maulana Syaikh itu sebagai "Jahil juhalaq, loq sekeq loq belate".

(mn-07/r3)

^ KEMBALI KE ATAS

Topik