Menu
Rabu, 17 Januari 2018 | 9:09:10 am

Warga Lotim Tolak Pembangunan Dermaga Jetty di Pantai Pink

Penampakan fisik pembangunan dermaga jetty di wilayah pantai Pink, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, yang terkesan proyek kejar tayang. Penampakan fisik pembangunan dermaga jetty di wilayah pantai Pink, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, yang terkesan proyek kejar tayang.

LOTIM - Rencana pembangunan dermaga jetty di wilayah pantai Pink Lombok Timur (Lotim) menuai protes dari warga sekitar. Aksi protes penolakan itu dilontarkan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tanjung Luar dan Jerowaru.

Pokdarwis beralasan, dengan pembangunan dermaga jetty tersebut akan mengakibatkan merusak keindahan alam yang selama ini dimiliki oleh pantai Pink yang sudah sangat terkenal itu.

"Dengan dibangunnya dermaga jetty di wilayah pantai dan perairan tersebut dapat membuat kerusakan dan kehancuran coral dan membuat wilayah tersebut yang semula berwarna pink akan menjadi pasir putih biasa," ucap Koordinator Pokdarwis Tanjung Luar dan Jerowaru, Junaidi, Jumat (8/12/2017).


Menurut Junaidi, seperti yang diketahui pantai Pink merupakan pantai yang unik dengan jenis warna pasir yang bersumber batu karang spesial ditemukan terbatas di seluruh dunia. Hal yang membuat unik adalah warna pasirnya berwarna Pink (merah muda). Warna tersebut di pengaruhi oleh coral yang hanya dapat hidup di wilayah tertentu, salah satunya di pantai Pink Lombok Timur.

Selain itu ungkapnya, keindahan dan keunikan pantai Pink telah dikenal luas sampai mancanegara sehingga telah menjadi ikon wisata nasional yang banyak di kunjungi oleh para wisatawan yang pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan masyarakat penjual jasa transportasi, kuliner dan jasa-jasa lainnya.

Maka, kata dia, akan menjadi ancaman dengan adanya pembangunan dermaga jetty tersebut, karena justru akan menghilanngkan kesan keindahaan dan keunikan pantai Pink dan akan tidak ada bedanya dengan pantai pada umumnya.

"Kami menyatakan sikap untuk menolak pembangunan dermaga jetty di pantai Pink dan hentikan sekarang juga pembangunan fisik pembangunan tersebut yang terkesan proyek kejar tayang," ungkapnya.

(mn-07/r3)

^ KEMBALI KE ATAS