Menu
Senin, 15 Oktober 2018 | 1:55:46 pm

Pungutan Asuransi Pertanian Sejumlah Poktan di Lotim, Diduga Pungutan Liar

H.Badar, Kepala Bidang Holtikultra pada Dinas Pertanian Lotim H.Badar, Kepala Bidang Holtikultra pada Dinas Pertanian Lotim

LOTIM - Sejumlah ketua kelompok tani (poktan) di Lombok Timur mulai pertanyakan penyetoran asuransi pertanian atau Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) sebesar Rp10 ribu yang dipungut pihak Dinas Pertanian Lombok Timur ketika menebus benih padi tahun 2017 lalu. Pasalnya, sejak menyetor asuransi tersebut para petani mengaku belum memegang bukti setoran premi atau dokumen yang membuktikan telah mengikuti asuransi pertanian.

"Penyetoran ansuransi sebesar Rp10 ribu ini, merupakan kali pertama," kata Sanip, ketua kelompok tani Tumpang Sari I Gelumpang, Labuhan Haji, kepada wartawan, Sabtu kemarin.

Menurut Sanip, guna memastikan apakah betul di setor ke perusahaan asuransi atau tidak oleh pihak Dinas Pertanian, dalam waktu dekat ini berencana akan mempertanyakan hal tersebut ke Dinas Pertanian Lombok Timur.

"Kami sudah melakukan peyetoran, namun sampai dengan saat ini, tidak satu pun dari kami memegang kartu klaim asuransi yang diterbitkan dari perusahaan asuransi," ungkapnya. Ia juga membeberkan bahwa para petani tidak pernah diminta kesepakatan apapun dan juga tidak pernah mendapatkan sosialisasi dari Dinas Pertanian Lotim.

Selain itu, Sanip juga membeberkan jatah benih padi yang diterima para petani pada tahun 2017 lalu, mengalami pengurangan yang cukup signifikan. Setiap petani hanya mendapat jatah benih padi subsidi sebnyak 25 kantong.

"Biasanya ditahun-tahun yang lalu jatah benih padi subsidi yang kami terima satu kali dalam satu tahun itu mencapai sekitar 4 kwintal. Mengingat luas garapan pada kelompok kami ini cukup luas, akan tetapi di tahun 2017 lalu, kami hanya mendapatkan jatah subsidi benih padi sekitar 25 kantong dengan masing-masing kantong berisikan 10 kilogram," terangnya.

Pengurangan jatah benih padi tersebut, menurutnya tidak pernah diberikan alasan dari dinas terkait. "Tiba-tiba terjadi pegurangan, yang mengakibatkan banyak anggota kompok tani mendapatkan jatah benih tidak sesui dengn kebutuhan," sesalnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Lotim melalui Kepala Bidang Holtikultra, H.Badar mengatakan semestinya para anggota kelompok tani harus memegang kartu klaim asuransi apabila sudah masuk asuransi pertanian.

"Setoran yang harus dibayarkan per musim oleh petani untuk asuransi itu nilainya bukan Rp10 ribu akan tetapi Rp35 ribu," terang Badar, Sabtu kemarin.

Mengingat hal tersebut sudah terjadi pada kelompok petani, dalam waktu dekat ia berencana akan mengadakan pertemuan dengan seluruh Petugas Lapangan (PL) Pertanian, dalam rangka memberikan bimbingan agar tidak merugikan petani.

Sementara itu kepala Unit Petugas Pertanian (UPP) yang ada di kecamatan Labuhan Haji Lombok Timur, enggan menanggapi hal tersebut. Namun persoalan dugaan pungutan berlabel asuransi tersebut menjadi atensi aparat Babinsa dan Polmas setempat, guna ditelusur lebih lanjut.

(mn-13/r3)

^ KEMBALI KE ATAS

Topik Hangat bulan ini !

Kolom


MATARAMNEWS.CO.ID adalah situs media pemberitaan online. Melayani informasi dan berita khususnya mengangkat isu lokal daerah Nusa Tenggara Barat dengan memberdayaan kecepatan serta kedalaman informasi yang dikelola oleh jurnalis-jurnalis lokal yang handal.  Media online ini diperbaharui selama 24 jam dalam sehari, dan secara kreatif dan apik mengkolaborasikan teks, foto, video dan suara. Tim Kreatif Redaksi selalu berupaya menerapkan standar jurnalisme berkualitas dalam setiap liputan Salam Redaksi

Selalu Terhubung :