Menu
Sabtu, 24 Februari 2018 | 2:10:30 pm

Diduga Siarkan Iklan Testimoni Obat, KPID NTB Panggil 8 Penanggungjawab Media Lokal

Sukri Aruman, Ketua KPID NTB Sukri Aruman, Ketua KPID NTB

MATARAM - Sebanyak 8 Penanggungjawab radio dan TV lokal di Lombok telah dipanggil dan dimintai keterangannya oleh Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) NTB sehubungan hasil pemantauan dan aduan masyarakat yang melaporkan lembaga penyiaran tersebut menyiarkan iklan obat dan pengobatan tradisional bermuatan testimoni pasien, endorser petugas kesehatan dan jam siar yang tidak tepat.

"Semua sudah kita panggil dan mereka memberikan klarifikasi,"kata Sukri Aruman, Ketua KPID NTB di Mataram, Jumat (2/2/2018).

Adapun lembaga penyiaran yang diadukan dan diklarifikasi tersebut antara lain Radio Global FM Mataram, Radio GSP FM, Radio Gemini FM Mataram, Radio Sutra FM Mataram, Radio Mandalika FM Lombok Tengah, Radio Tara FM Lombok Tengah, Radio Yadinu FM Lombok Timur dan Lombok TV Mataram.

Menurut Sukri, berdasarkan hasil klarifikasi, beberapa diantara lembaga penyiaran tersebut mengaku menyiarkan iklan obat yang berisi testimoni atau kesaksian pengguna obat yang tidak dibenarkan sesuai Etika Pariwara Indonesia. "Kita juga sudah meminta rekaman iklan yang disiarkan tersebut untuk kajian lebih lanjut," tegasnya.

Dikatakan, pihaknya sudah melayangkan edaran kepada lembaga penyiaran untuk berhati-hati menyiarkan atau menayangkan iklan obat dan makanan termasuk Pusat Pengobatan dan layanan kesehatan lainnya. "Kita ingin memastikan radio dan TV lokal agar menyampaikan informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan," tegasnya dan dapat memahami alasan lembaga penyiaran yang meminta KPID NTB lebih arif menyikapi seretnya pendapatan media lokal akibatnya minim iklan komersial.

"Kami sangat mengerti hal itu dan tentunya akan berkoordinasi dengan Balai POM dan Dinas Kesehatan untuk memberikan pemahaman yang cukup termasuk kepada pemasang iklan yang selama ini ngotot produk iklannya disiarkan," tuturnya.

Lebih lanjut Sukri mengungkapkan, beberapa produk iklan tersebut disiarkan dalam bentuk spot radio dan TV, insert program, blocking time dan adlibs siaran.

Dugaan pelanggaran lain yang ditemukan adalah iklan pengobatan untuk vitalitas pria dan wanita yang disiarkan pada jam yang tidak tepat. "Materi iklannya terlalu vulgar dan disiarkan pada jam dimana anak dan remaja masih menonton,"ungkap Sukri dan mengaku sangat mengapresiasi kerjasama yang baik dengan lembaga penyiaran.

"Kita sudah minta mereka memperbaiki iklan bermasalah tersebut dan hanya menyiarkan iklan yang sudah sesuai aturan,"imbuhnya dan berjanji akan memberitahukan secara tertulis hasil klarifikasi dengan lembaga penyiaran yang telah dipanggil.

"Secara lisan sudah kita sampaikan. Jadi tidak ada alasan untuk masih menayangkan iklan bermasalah kecuali sudah direvisi ya," imbuhnya lagi.

(r3)

^ KEMBALI KE ATAS

POLITIK

WISATA

HUKRIM

EKONOMI

 

Situs media online mataramnews.co.id melayani informasi dan berita khususnya mengangkat isu lokal daerah Nusa Tenggara Barat dengan memberdayaan kecepatan serta kedalaman informasi yang dikelola oleh jurnalis-jurnalis lokal yang handal. Media online ini diperbaharui selama 24 jam dalam sehari, dan secara kreatif dan apik mengkolaborasikan teks, foto, video dan suara.

 

Perusahaan Penerbit
PT. MATARAM MEDIA LESTARI

Alamat Redaksi
JL. RM. PANJI ANOM GG. UTAMA NO. 2 KARANG BUAYA, PAGUTAN TIMUR, KOTA MATARAM 83127 



KONTAK MEDSOS

Pengunjung juga dapat mengakses (ngeshare, ngelaike) berita mataramnews.co.id tanpa batas, ruang dan waktu di akun jejaring media sosial kami dibawah ini:


@mataramnews


@mataramnews_id


Redaksi Mataramnews


0813 5333 7567