Menu
Senin, 24 September 2018 | 10:07:39 pm

Peneliti : Lombok Sudah Aman dari Gempa Magnitudo Besar Fitur

Ahli Geologi dan Gempa Bumi Prof Dr Dany dan Ketua Ahli Tsunami Indonesia Dr Gegar Prasetya, didampingi Sekda NTB H Rosiady Sayuti, saat diwawancara TVRI di Mataram, Jumat (7/9/2018). Ahli Geologi dan Gempa Bumi Prof Dr Dany dan Ketua Ahli Tsunami Indonesia Dr Gegar Prasetya, didampingi Sekda NTB H Rosiady Sayuti, saat diwawancara TVRI di Mataram, Jumat (7/9/2018).

MATARAM - Peneliti Utama LIPI menyatakan secara umum Lombok sudah masuk kategori aman dari potensi gempa yang bermagnitudo besar. Sebab energi yang dihasilkan oleh lempengan itu sudah dikeluarkan semua saat terjadi gempa beberapa waktu lalu.

"Untuk Lombok, terdapat tiga segmen gempa, yaitu bagian timur, tengah dan barat. Seluruh energi yang ada di segmen itu telah dikeluarkan melalui sejumlah gempa susulan yang terjadi," ungkap Peneliti Utama LIPI, yaitu Ahli Geologi dan Gempa Bumi Prof Dr Dany dan Ketua Ahli Tsunami Indonesia Dr Gegar Prasetya, didampingi Sekda NTB H Rosiady Sayuti, di Mataram, Jumat (7/9/2018).

Doktor alumni Amerika ini juga menjelaskan gempa bumi itu dapat terjadi di seluruh wilayah Indonesia. Hanya saja, gempa itu terjadi melalui siklus lima puluh hingga seratus tahun. Setiap tahun, pergeseran lempengan itu sekitar 2 cm. Untuk sampai pada pengisian energi yang berkisar satu sampai dua meter, perlu waktu sekitar 50-100 tahun.

Ia juga menjelaskan tidak ada hubungan antara gempa yang terjadi di wilayah lain dengan yang terjadi di NTB. "Ini informasi yang sering dipelintir," katanya.

Yang benar menurutnya, setiap gempa itu memiliki segmen lempengan yang berbeda. Sehingga, gempa yang terjadi di sejumlah negara di dunia, seperti Fiji, Jepang, tidak berhubungan dengan gempa di Lombok atau Sumbawa.

Ketua Ahli Tsunami Indonesia, Dr Gegar Prasetya, menegaskan pentingnya pengetahuan tsunami bagi masyarakat. Menurutnya, pengetahuan tentang hubungan gempa dengan tsunami perlu untuk diketahui masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Ia menjelaskan, tsunami dapat terjadi apabila gempa yang terjadi bermagnitudo 7 SR. Yang paling penting diketahui adalah pusat gempa yang mengakibatkan tsunami adalah di laut.

"Rentan waktu terjadinya tsunami setalah gempa adalah 30 menit," jelasnya.

Kalau ada sebagian orang mengatakan ada tsunami setelah satu jam terjadinya gempa, menurutnya, besar kemungkinan itu hoax. Meskipun kekuatan gempa 7 SR, kalau pusat gempa di darat, maka kecil kemungkinan terjadi tsunami.

Karena itu, masyarakat perlu mengetahui kekuatan dan pusat terjadinya gempa. Sehingga dapat segera menyelamatkan diri.



(hms-ntb/mn-07)

^ KEMBALI KE ATAS

Topik Hangat bulan ini !

Kolom | Rilis Pers | Opini


MATARAMNEWS.CO.ID adalah situs media pemberitaan online. Melayani informasi dan berita khususnya mengangkat isu lokal daerah Nusa Tenggara Barat dengan memberdayaan kecepatan serta kedalaman informasi yang dikelola oleh jurnalis-jurnalis lokal yang handal.  Media online ini diperbaharui selama 24 jam dalam sehari, dan secara kreatif dan apik mengkolaborasikan teks, foto, video dan suara. Tim Kreatif Redaksi selalu berupaya menerapkan standar jurnalisme berkualitas dalam setiap liputan Redaksi

Selalu Terhubung :