Menu
Senin, 10 Desember 2018 | 11:05:38 pm

RDP Komisi II DPRD Loteng, Pertanyakan Persoalan di Disperindag dan Distanak

Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPRD Lombok Tengah dengan Distanak dan Disperindag, yang dipimpin Ketua Komisi II, M Samsul Qomar, digelar di Kantor DPRD, di Praya Lombok Tengah. Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPRD Lombok Tengah dengan Distanak dan Disperindag, yang dipimpin Ketua Komisi II, M Samsul Qomar, digelar di Kantor DPRD, di Praya Lombok Tengah.

LOTENG - Komisi II DPRD Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag), untuk mendapat informasi terkait sejumlah persoalan.

Dalam RDP yang dipimpin Ketua Komisi II, M Samsul Qomar, Dinas Perindustrian dan Perdagangan mendapatkan kesempatan pertama, diwakili oleh Kabid Perdagangan dan Kabid Perindustrian Lalu Hamdi dan Baiq Heni. Komisi II dalam hal ini, mempersoalkan kondisi sejumlah pasar yang ada di sejumlah wilayah Loteng.

Diungkapkan dalam RDP yang digelar pada Rabu kemarin, di kecamatan Praya Timur ada pasar Beleke dan Ganti, dimana pembangunannya hingga saat ini belum rampung. Dari hasil pengawasan TP4D Kejaksaan Negeri (Kejari) Praya ditemukan ketidaksesuaian antara kontrak dengan keadaan rill lapangan.

Dari jawaban singkat Kabid Perindustrian, Lalu Hamdi, menjelaskan bahwa pembangunan dua pasar di wilayah kecamatan Praya Timur yakni, pasar Belek dan pasar Ganti, sudah dapat dipertanggungjawabkan secara teknis hasilnya.

Selain itu, Komisi II menyinggung pasar Renteng yang mana pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan diminta segera memberikan tempat untuk pedagang dengan menyewakan tanah disekitar terminal Renteng. Ada juga soal kerajinan gerabah di desa Penujak. Komisi II menilai sentra gerabah di Kabupaten Lombok Tengah saat ini tidak ada perkembangannya, jauh tertinggal dari Banyu Mulek Lombok Barat.

Kabid Perindustrian, Baiq Heni, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya sudah mengagendakan program kegiatan yang langsung ditujukan kepada pengelola gerabah dan ini akan dilakukan pada tahun ini.

"InsyaAllah dalam program ini bisa menyentuh dan menghidupkan industri gerabah Penujak yang dulu sangat terkenal," jelas Baiq Heni.

Sedangkan RDP dengan Dinas Pertanian dan Perternakan Lombok Tengah, lebih menitikberatkan pada pemberian mesin alat pertanian yang paling sering dikeluhkan serta bermasalah.

Dalam RDP tersebut Komisi II meminta Dinas Pertanian lebih teliti serta selektif memberikan mesin alat pertanian tersebut kepada para kelompok tani. Meminta kelompok tani yang tidak produktif diganti kepengurusannya.

Komisi II juga menyorot tentang pelayanan pemeliharaan kesehatan hewan yang dilakukan oleh pihak dinas termasuk Rumah Potong Hewan (RTH) yang ada di Barebali yang hingga saat ini belum dimamfaatkan.

Yang terpenting Komisi II juga menyampaikan persoalan gagal panen. Kali ini Komisi II meminta agar Dinas Pertanian mengerahkan seluruh Penyuluh untuk giat bekerja membantu petani termasuk memberikan berbagai pelatihan sehingga gagal panen dapat dihindari.

Mmenjawab pertanyaan Komisi II, Kepala Dinas Pertanian Lalu Iskandar, menjelaskan bahwa persoalan yang terjadi di Dinas Pertanian sudah mulai diperbaiki apa yang menjadi kendala selama ini. Karena itu, kata Lalu Iskandar, tahun ini berbagai persoalan yang ditanyakan Komisi II, akan diperbaiki.

Ia juga mengungkapkan pemberian bantuan dari dinas sudah sesuai aturan dan peruntukanya. Masalah gagal panen, kata Lalu Iskandar, bahwa anomali cuaca yang saat ini masih belum hujan, sudah difikirkan apa saja yang harus dilakukan, termasuk pihaknya sudah melakukan penyuluhan kepada para petani.

"Seluruh penyuluh yang ada di dinas pertanian kami kerahkan untuk memberikan penerangan kepada para petani apa saja yang harus dilakukan oleh petani kita dalam menghadapi persoalan anomali cuaca," jelasnya.

RDP Komisi II tersebut digelar di ruang Rapat Paripurna DPRD Loteng yang dihadiri oleh seluruh anggota Komisi II.



(mn-08)

^ KEMBALI KE ATAS

BERITA TERBARU


FOKUS

KOLOM





WWW.MATARAMNEWS.CO.ID adalah situs portal berita dan peristiwa.
Diterbitkan oleh PT. Mataram Media Lestari

Selalu Terhubung :