Menu
Senin, 17 Desember 2018 | 6:19:00 am

Akumulasi Kekecewaan Pelanggan, Aksi Massa Ungkap Kebobrokan PDAM Giri Menang

Akumulasi Kekecewaan Pelanggan, Aksi Massa Ungkap Kebobrokan PDAM Giri Menang

LOBAR, MN -- Pelanggan PDAM Giri Menang di sejumlah wilayah mulai jenuh dengan pelayanan buruk air bersih perusahaan plat merah itu. Manajemen buruk dinilai menjadi penyebab persoalan air bersih pipa PDAM kerap macet di rumah-rumah pelanggan, bahkan di tempat-tempat ibadah.

Setiap keluhan pelanggan dari waktu ke waktu disuguhkan alasan-alasan klasik oleh perusahaan plat merah itu. Disisi lain, Manajemen PDAM Giri Menang terus menekan pelanggan untuk meraup keuntungan besar, sepeti memberlakukan denda telat pembayaran hingga menarik retribusi sampah titipan Pemda kepada pelanggan.

Akumulasi kekecewaan warga yang menjadi pelanggan perusahaan plat merah itu mulai disuarakan kencang. Pada Rabu (30/10/2018) kemarin, aksi kritis sekelompok masa mewakilii pelanggan PDAM, menyuarakan keluhan pelanggan di depan kantor PDAM Giri Menang Gerung Lombok Barat.

Dalam orasinya, Korlap Aksi Achmad Sahib berteriak kencang mengkritisi kinerja buruk manajemen PDAM Giri Menang Lombook Barat. Mereka menilai pimpinan perusahaan daerah tersebut tidak mampu menjalankan tugas memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen atau pelanggan.

"Air liur dari tenggorokan kami mengalir lebih deras ketimbang air yang mengalir dari pipa PDAM yang kerap takut, selalu hilang setiap waktu sholat tiba," kata Sahib mengibaratkan air pipa PDAM yang kerap macet, tidak kenal waktu.

Menurutnya, distribusi air bersih dari pipa PDAM selama ini kerap dikeluhkan pelanggan. Alasan musim kemarau jadi alasan klasik manajemen PDAM Giri Menang kepada setiap planggan, padahal musim hujan pun air dari pipa PDAM juga mengalami kemacetan.

"Bicara keberadaan PDAM, justru di musim kemarau lah PDAM menunjukkan eksestensinya sebagai Perusahaan Daerah yang maksimal melayani masyarakat. Faktanya dari tahun ketahun isu persoalan PDAM makin melebar hingga keranah korupsi, kolusi hingga nepotisme didalam menggerakkan pelayanan pengelolaan dan konspirasi lain yang bersayap kepada kepentingan politik yang menguntungkan pihak-pihak tertentu," tegas Sahib.

Sekelompok massa tersebut juga mempertanyakan sistim pemilihan pimpinan atau direktur utama (dirut) perusahaan plat merah itu. Pasalnya, Dirut PDAM Giri Menang yang dinilai tidak mampu memberikan pelayanan terbaik kepada para pelanggan, namun tetap dipertahankan pemerintah daerah. "Ada apa dengan pemerintah daerah?.

Selain itu, diugkapkan kelompok massa tersebut, bahwa retribusi sampah maupun retribusi lain yang dibebankan dalam pembayaran PDAM Giri Menang diniali sangat tidak masuk akal. Pelanggan dipkasa bahkan dengan ancaman wajib membayar retribusi sampah tersebut.

"Ini kan pemerasan namanya. Kendati ini adalah titipan dari Pemerintah Daerah, sebab bukan ranah PDAM menarik retribusi sampah," katanya sembari mengungkapkan ada retribusi "misterius" lain juga ditemukan masih berlangsung hingga saat ini, namun selalu lolos.

Aksi sekelompok masa yang mewakili pelanggan PDAM tersebut berlangsung lancar dan aman, kendati masa aksi membawa simbol berupa sampah dan telur busuk yang dilempar ditembok dan halaman kantor PDAM untuk mengingatkan Dirut yang konon ke Jakarta sehingga tidak bisa menemui pelanggan yang datang mengkritisi.

Dirut PDAM beralasan sedang tidak ada ditempat, sementara masa aksi ditemui Sekretaris Bidang Pelayanan yang menyanggupi memberikan solusi jangka pendek, sedangkan pelanggan membutuhkan solusi yang utuh sesuai kewajiban PDAM melayani pelanggan.

Masa aksi membubarkan diri dan memberikan waktu 3 x 24 jam kepada PDAM untuk memperbaiki pelayanan, sesuai tuntutan. Apabila tidak, massa berjanji akan datang kembali melakukan aksi dengan sikap yang berbeda dan jumlah masa yang jauh lebih besar. ---(mn-03)

^ KEMBALI KE ATAS

BERITA TERBARU


FOKUS

KOLOM





WWW.MATARAMNEWS.CO.ID adalah situs portal berita dan peristiwa.
Diterbitkan oleh PT. Mataram Media Lestari

Selalu Terhubung :