Ini Jumlah Daftar Pemilih Tambahan di Kota Mataram

Masing-masing Ketua dan Komisioner KPU dan Bawaslu Mataram menunjukkan hasil rapat pleno terbuka rekapitulasi dan penetapan Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) dalan pemilu 2019 tingkat Kota Mataram yang digelar pada Senin pagi (16/2/2019).

MN, MATARAM — Komisi Pemilihan Umum (KPU) tetapkan sebanyak 293.176 warga atau pemilih yang akan menggunakan hak pilihnya di Kota Mataram pada pemilihan umum 17 April 2019.

Jumlah tersebut berdasarkan hasil rapat pleno terbuka rekapitulasi dan penetapan Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) dalan pemilu 2019 tingkat Kota Mataram yang digelar pada Senin pagi (16/2/2019).

Menurut Ketua KPU Kota Mataram, berdasarkan hasil rapat pleno terbuka rekapitulasi dan penetapan DPTb dalam pemilu 2019 tingkati Kota Mataram, sebanyak 293.176 pemilih terdiri dari 142.721 pemilih laki laki dan 150.455 pemilih perempuan.

“Ini tersebar di enam kecamatan di 50 kelurahan dan 1274 TPS se-Kota Mataram,” terangnya.

Adapun jumlah DPTb masing-masing kecamatan yaitu kecamatan Ampenan sebanyak 59.132 pemilih, kecamatan Cakranegara 48.909 pemilih, Kecamatan Mataram 52.777 pemilih, kecamatan Sandubaya 45,752 pemiliih, kecamatan Sekarbela 37.704 pemilih serta kecamatan Selaparang sebanyak 48.902 pemilih.

Dari data tersebut diketahui ada sebanyak 383 pemilih yang masuk dalam DPTb untuk pindah memilih dan terbanyak ada di kecamatan Selaparang sebanyak 365 pemilih. Hal ini karena pindah memilih demikian juga dengan keluar pindah memilih sebanyak 399 pemilih dan yang terbanyak di kecamatan Ampenan sebanyak 138 pemilih.

Sementra Ketua Bawaslu Kota Mataram, Hasan Basri mengatakan jumlah DPTb yang baru saja ditetapkan jika dikonversikan dengan DPTHP2 maka ada penurunan.

“Ini menjadi pertanyaan kami kenapa padahal Kota Mataram ini adalah daerah urban ada kampus, fasilitas pendidikan dan LP,” ucapnya ketika ditemui seusai rapat pleno.

Karena itu Hasan mencontohkan di Kecamatan Sekarbela ada nol DPTB masuknya, tidak ada oramg yang pindah memilih padahal di wilayah tersebut ada lingkungan pendidikan.

Selain itu juga tambahnya untuk wilayah Kecamatan Cakranegara yang notabene sebagai daerah indunstri dan pekerja itu juga hanya ditemukan satu orang yang masuk dalam DPTB.

“Kami jadi penasaran kalau teman-teman KPU mau serius tentang pemilih mau melayani hak pilih maka mereka menggunakan sel sel aktif, merekalah yang turun kebawah jangan tunggu bola, gunakan pola seperti pola ketika mendatangi pemilih di Lapas kenapa ini tidak dilakukan dengan mendatangi pemilih disemua kecamatan lalu ditreking dan begitu juga di kampus dengan kumpulkan mahasiswa,” pungkasnya.

Namun jika dibandingkan dengan jumlah pemilih yang terdata di DPTHP2 sebanyak 293.192 pemilih maka terjadi penurunan pemilih di Kota Mataram jika dilihat data DPTb yaitu sebanyak 293.176 pemilih ada selisih 16 pemilih. –(mn-07)