Bupati Najmul Resmikan Program Bantuan Tunai Multiguna Korban Gempa

MN, KLU – Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU) Dr. H.Najmul Akhyar, meresmikan program bantuan tunai multiguna untuk ibu hamil dan menyusui keluarga terdampak gempa yang memiliki anak usia di bawah 7 tahun di Desa Dangiang,

Program ini diinisiasi oleh Unicef atas kerja sama Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI), Kantor Pos Indonesia (PT. Pos Indonesia), Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara (KLU) bermitra dengan CRS Indonesia.

Adapun penerima bantuan multiguna ini berjumlah 4.200 KK, terdiri dari keluarga yang mempunyai anak di bawah 7 tahun, ibu hamil dan menyusui yang terbagi pada enam desa. Diantaranya Desa Dangiang di Kecamatan Kayangan; Desa Senaru, Desa Sukadana, Desa Mumbul Sari di Kecamatan Bayan; Desa Teniga di Kecamatan Tanjung; dan Desa Rempek di Kecamatan Gangga. Setiap KK tersebut menerima total bantuan sebesar Rp. 4.050.000 yang diberikan secara bertahap dalam empat kali pencairan.

Bupati KLU, H. Najmul Akhyar, sangat mendukung acara tersebut untuk pemulihan dan percepatan penanganan bencana Lombok Utara.

“Memang harus di ikhtiararkan, bukan hanya pembangunan fisik saja, tapi percepatan pembangunan ekonomi dan kesehatan juga diperlukan. Harapan kami, apa yang dilakukan saat ini, berharga untuk ibu dan anak-anak,” ujar Bupati Najmul pada acara tersebut yang digelar, Rabu kemarin (6/3/2019).

Secara fisik cukup berat, lanjutnya, sekitar 71 ribu unit rumah rusak, 44 ribu diantaranya dengan kondisi rusak berat sehingga memengaruhi kesehatan ibu dan anak-anak. Bupati menilai tepat program ini dilakukan di Lombok Utara.

Sementara Direktur Unicef untuk Indonesia Mr. Robert Gass mengucapkan ikut berduka atas kejadian bulan Agustus silam yang menimpa Lombok Utara.

“Unicef sudah bekerja di Indonesia sejak tahun 1978, fokus pada kebutuhan dan hak-hak anak, kesehatan, pendidikan dan perlindungan anak terutama anak dari keluarga yang terdampak bencana. Jadi bantuan bencana menjadi perhatian Unicef, bukan hanya di Indonesia tetapi di seluruh dunia. Apa yang dilakukan hari ini adalah model baru yaitu bantuan tunai, karena masyarakat lebih paham kebutuhannya. Bantuan tunai ini bantuan jangka pendek untuk mengembalikan kehidupan masyarakat,” terang Robert.

Menurut Robert, bantuan jenis ini di Indonesia baru pertama lainnya. Jika berhasil maka menjadi rekomendasi untuk kegiatan Unicef di tempat lainnya.

Sedangkan Kepala CRS Indonesia, Yeni Suryani menjelaskan CRS dan YSLPP yang sudah melakukan kegiatan tanggap darurat bencana gempa di Lombok sejak Agustus 2018 lalu dengan memberikan bantuan material berupa terpal, tikar, selimut dan perlengkapan kebersihan.

CRS dan YSLPP juga bekerjasama memberikan bantuan untuk masyarakat terdampak gempa Lombok tahun 2013 lalu. “CRS sudah memulai system bantuan tunai untuk masyarakat terdampak bencana sejak tahun 2009 dalam tanggap darurat gempa Sumatera Barat,” ungkapnya.

Acara diakhiri dengan pemberian bantuan secara simbolis oleh Direktur Unicef dan Bupati Lombok Utara kepada perwakilan ibu dan anak penerima bantuan.

Hadir pada acara tersebut, diantaranya Kadis DPMPD Dukcapil NTB Dr. Azhari, Kepala PT. Pos NTB Cristo Lamek Hilir, Kadis Sosial KLU Muhammad Faisol, Kadis Kesehatan KLU Khairul Anwar, para Camat, unsur Unicef, CRS Indonesia beserta warga penerima bantuan dan undangan lainnya.

–(mn-07)