Partisipasi dalam ‘Global Earth Hour’, Bandara LIA Ikut Peduli Lingkungan

LOTENG, MN – Earth Hour atau jam bumi merupakan sebuah kegiatan global yang menyatakan kepedulian terhadap perubahan iklim dengan cara mematikan lampu dan peralatan elektronik yang tidak terpakai selama 1 jam (20:30 – 21:30 waktu setempat) dan diselenggarakan setiap hari Sabtu di minggu terkahir bulan Maret setiap tahunnya.

Angkasa Pura Airports telah bekerjasama dengan WWF-Indonesia dalam hal kampanye dan edukasi terkait pelestarian lingkungan hidup. Bandar Udara Internasional Lombok sebagai salah satu bandar udara yang dikelola Angkasa Pura Airports pun ikut berpartisipasi dalam kegiatan Earth Hour.

Kegiatan mendukung kampanye ini tidak hanya dilakukan dengan cara mematikan lampu “Switch Off” selama 1 jam tetapi juga peduli terhadap lingkungan dengan mengurangi pemakaian kendaraan bermotor baik roda 2 maupun 4 untuk mengurangi kadar karbon dioksida yang dihasilkan.

General Manager Lombok Internasional Airport (LIA), Nugroho Jati pun antusias dalam melakukan kegiatan ini. “Saya percaya setiap hal kecil yang dilakukan akan menjadi besar, kami di Bandar Udara Internasional Lombok ini melakukan beberapa kegiatan yang mendukung kepedulian lingkungan seperti bersepeda atau berjalan kaki ke perkantoran, fun cycling dan penanaman bibit pohon mahoni di area bandara dalam upaya pelestarian lingkungan,” kata Nugroho.

Rangkaian kegiatan untuk mendukung Global Earth Hour yang dilakukan Bandar Udara Internasional Lombok Praya tidak hanya berhenti sampai disitu. Pada malam ini Sabtu (30/3), bertempat di Lingkaran Taman Lombok International Airport puncak acara Earth Hour Tahun 2019 pun dilaksanakan. Salah satu yang menjadi kegiatan puncak malam ini pastinya adalah “Switch Off” di area pelataran bandara selama 1 jam.

“Pada acara puncak ini kami mencoba untuk mendukung dengan cara berkontribusi melalui pemadaman di area bandara dan menggunakan media lilin dan obor sebagai penerangan dalam 1 jam pada pukul 20:30 – 21:30,” ujar Nugroho.

Beberapa kegiatan mengiringi di sela-sela pemadaman berlangsung seperti menyanyikan beberapa lagu dan persembahan tari teatrikal perubahan iklim hubungan bumi, manusia dan kerusakan yang mengandung makna sebagai manusia yang hidup di Bumi tidak boleh melupakan keseimbangan kehidupan yakni keseimbangan untuk selalu menjaga kelestarian alam yang diperankan oleh salah satu dari sanggar tari yang ada di Mataram

“Ini merupakan salah satu aksi yang bertujuan untuk mengajak seluruh lapisan masyarakat dimulai dari kelompok kecil yakni masyarakat atau pengguna jasa di area bandara agar lebih peduli terhadap lingkungan, karena saya yakin masyarakat awam tidak semuanya mengetahui tentang kegiatan – kegiatan seperti ini. Pentingnya menjaga lingkungan bukan dari orang lain atau kelompok tetapi dimulai dari kesadaran diri sendiri. Ayo beraksi untuk bumi yang lestari, ini aksiku saya Connect to Earth,” tandas Nugroho.

(mn-08)