Wujudkan NTB Gemilang, Gubernur Minta Tingkatkan Silaturrahim Kepala Daerah

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah

MATARAM, MN–Gubernur NTB H. Zulkieflimansyah menegaskan muara dari semua program ada di kepemimpinan. Setrategi yang menarik bukan pada seberapa bagusnya dokumen, namun kunci sukses adanya kerendahan hati dan kesediaan hati para pemimpin untuk saling bertemu.

“Kalau pemimpin-pemimpin sering bertemu tidak ada program yang sulit, karena tidak hal yang baru di bawah matahari. Tapi sehebat apapun program yang kita buat, sehebat apaupun dokumen itu, kalau hati pemimpin jarang bertemu, jarang duduk bersama, hubungannya terlampau formal, kita tidak akan mencapai apa-apa untuk NTB yang Gemilang,” ujar Gubernur, pada acara pembukaan Forum Pimpinan Daerah dan Forum Perangkat Daerah, dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi NTB tahun 2020, di Hotel Lombok Raya, Senin (1/4/2019).

Untuk itu, kata Gubernur, dihadapan para kepala daerah se-NTB kedepan harus ada Forum kepala daerah sebagai wadah untuk saling bertemu. Ia meyakini dengan adanya silaturrahim yang intens, maka Insyaalah tidak akan sulit apapun yang kita inginkan.

“NTB bukan hanya akan Allah SWT hadirkan magfirahnya, tapi juga Allah SWT akan menghadirkan berkahnya,” ujarnya.

Gubernur memaparkan visi membangun NTB Gemilang dan enam misi dalam mewujudkan NTB Gemilang pada tahun 2019-2023.

“NTB yang gemilang kedepan harus terukur dalam mewujudkan NTB Baldatun Toyyibatun Warabbun Gofur. Kalimat yang indah itu mengandung makna bukan saja tujuan pembangunan kita akan tercapai, tapi kita menginginkan NTB ini sebagai satu area yang Allah SWT menghadirkan Magfirahnya buat kita semua,” ungkap Gubernur.

NTB Tangguh dan Mantap sebagai misi pertama, menurutnya, tangguh ini bukan hanya sekedar analogi kuda jantan saja, tapi tangguh adalah kemampuan untuk bangkit. Jadi tangguh itu adalah orang yang punya kemampuan bangkit delapan kali setelah terjatuh tujuh kali. Seperti yang dikatakan oleh kepala Negara, NTB sebagai Provinsi yang dilingkupi ring of piyer, yang memungkinkan berbagai macam bentuk bencana bisa terjadi kapan saja menyapa kita.

Untuk itu, kita harus punya daya tahan, tapi juga harus bisa memprediksi dan berdamai ketika bencana itu menyapa kita. “Kalau kita lihat di negara maju, orang Jepang ada bencana gempa bumi, mereka meresponnya dengan biasa, tahu dan jernih tentang apa yang harus mereka lakukan. Jadi tangguh itu, NTB ini mau banjirkah, tanah longsor, mau gempa bumi, mau apa minimal kita punya kejernihan, tidak panik untuk menghadapi bencana dan punya kemampuan mengantisipasi kira-kira bencana menyapa kita,” paparnya.

Sedangkan NTB mantap, gubernur mengatakan itu adalah ekspresi besar kita untuk menginginkan infrastruktur NTB yang bagus. “Mudah-mudahan kita tidak menginginkan ada infrastruktur di NTB yang tidak beraspal, semuanya mantap. Infrastruktur mantap bukan hanya ada di Pulau Lombok tapi juga pulau-pulau yang lain di NTB”, ucapnya.

Kedua, NTB bersih dan melayani, menurut gubernur, ini merupakan kata yang gampang diucap, tapi susah untuk dilaksanakan. Siapa yang menjadi gubernur bupati, harus mau melayani dan berinteraksi dengan masyarakat. “Jadi gak gampang karena godaannya banyak, posisi kita yang mungkin terlena,” ujarnya.

Untuk itu, misi ini betul dijaga agar jangan sampai ada hal-hal yang melukai masyarakat kita dikemudian hari. “Ini gampang tapi susah, kalau tidak kita saling bertemu dan mengingatkan”, tandasnya.

Ketiga, NTB sehat dan cerdas, dalam hal ini gubernur mengatakan, segala kemajuan yang ada di NTB saat ini, akan tidak memiliki makna kalau masyarakat sakit, masih ada masyarakat yang meninggal dijalan karena sakit karena tidak ada fasilitas kesehatan yang memadai dan karena jauhnya pelayanan kesehatan.

“apa guna kita ada MotoGP, ada Mandalika ada apa, kalau masyarakat kita sakit, ada yang meninggal di jalan karena tudak menemukan fasilitas kesehatan, ada yang meninggal di jalan karena nggak ada bidan nggak ada dokter”, ujarnya.

Sedangkan untuk NTB cerdas, ia mengatakan bahwa semua masyarakat NTB harus berpendidikan. Karena untuk mendapatkan pendidikan adalah hak bagi siapa saja, semua strata sosial berhak untuk mendapatkan pendidikan dasar, begitu juga menengah dan termasuk untuk memperoleh pendidikan tinggi.

Keempat, NTB Asri dan Lestari, dalam mensukseskan misi ini, gubernur meminta pemerintah kabupaten/kota untuk menyediakan kesejukan di Kabupaten/kota dengan menata dan menghadirkan tanaman-tanaman yang asri sehingga di NTB kita bisa menemukan tempat tenang dan nyaman. “Keasrian ini penting, taman-taman kita indah supaya kabupaten kita tambah bagus”, imbuhnya.

Sedangkan untuk mewujudkan NTB lestari, ia meminta pemerintah dan masyarakat untuk menjaga kelestarian Hutan. Dengan demikian lingkungan dan alam lestari yang kita dambakan akan terwujud, tentunya kita akan terhindar dari berbagai macam bencana.

Kelima, NTB Sejahtera dan Mandiri, menurut gubernur untuk mewujudkan NTB sejahtera yang menjadi prioritas pemerintah. Kemakmuran, kesejahteraan, daya beli harus diprioritaskan. Karena kesejahteraan punya korelasi positif dengan akrab dan ramahnya daerah kita pada investor.

“Tidak mungkin ada lapangan kerja, tidak mungkin kita menyelesaikan kemiskinan kalau kita tidak ramah terhadap investasi”, ungkapnya.

Ia mengingatkan tidak boleh birokrat dan pimpinan untuk mempersulit hadirnya investasi atau dunia usaha di tempat kita. Justeru sebaliknya apa yang bisa kita lakukan supaya investor merasa betah dan nyaman dibandingkan daerah-daerah yang lain. “Bila perlu kita menjemput pengusaha yang ada disana itu, untuk hadir di tempat kita, dan itu biasanya karena pertemuan-pertemuan informal, bukan karena yang formal”, tabdasnya.

Sedangkan untuk mandiri mengandung makna yang identik dengan anak-anak muda daerah kita berpartisipasi aktif bukan sebagai penonton tapi sebagai pemain. “Kita tidak ingin MotoGP, Mandakika, Smelter, kalau semua orang tenaga kerjanya itu dari luar NTB”. ujarnya.

Keenam, NTB Aman dan Berkah, artinya orang yang datang ke NTB tidak merasa takut. Sedangkan berkah itu adalah magfirah Allah SWT akan menyapa kita semua.

“Semua poin itu, kabupaten/kota harus selalu membahas dalam pertemuan intens. Mudah-mudahan dengan sering bertemu banyak hal lain yang bisa kita sampaikan dan selesaikan bersama”, pungkasnya.

(hs-ntb/mn-07)