MATARAM, MataramNews – Persoalan ketenagakerjaan yang selama ini terjadi di Indonesia dan pada khususnya NTB bak gunung es. “Persoalan yang muncul kepermukaan kecil tapi didalamnya besar.” Ucap Sekretaris Umum Federasi Serikat Pekerja (FSP) Kimia, Energi dan Pertambangan (KEP) SPSI, Subiyanto, ketika ditemui disela-sela kegiatan Konferda dan Musda FSP KEP dan SPSI NTB,Sabtu (28/1) pagi.

Penomena bak gunung es itu untuk menggambarkan bagaimana atau banyaknya persoalan yang saat ini dihadapi oleh tenagakerja saat ini. Menurut Subiyanto, persoalan ini dilatarbelakangi oleh kurang adanya pengawasan. Fungsi pengawasan yang seharusnya dilakukan oleh pihak pemerintah dinilai tidak berjalan dengan sebagaimana mestinya. “Bagaimana bisa melakukan pengawasannya petugasnya hanya satu saja,” Terangnya.

Selain itu juga karena peraturan yang mengatur tentang pengawasan juga dirasa telah ketinggalan, saat ini pengawasan ketenagakerjaan masih bermuara pada Undang-Undang No 03 tahun 1951. yang dinilai sudah tidak relepan dengan otonomi daerah.

Sementara itu disisi lain, Ketua PD FSP KEP SPSI NTB, Ihklasuddin Jamal, SE, menepis adanya gep antara pengusaha dengan karyawan. Menurutnya, jadi selama ini yang terjadi  kurangnya komunikasi antara kedua belah pihak saja.