Pasca Pemilu, Bung Nuri Bertemu Tuan Guru Bagu

Politisi PAN, H. Subuhunnuri (Bung Nuri) bersama Mustasyar PBNU sekaligus Pembina dan Pengasuh Ponpes Qamarul Huda TGH. LM. Turmudzi Badarudin (Tuan Guru Bagu), saat berbincang santai penuh akrab di kediaman Tuan Guru Bagu, di Pringgarata Lombok Tengah, Rabu malam (24/4/2019).

LOTENG, MN–Politisi muda PAN, H. Subuhunnuri (Bung Nuri) silaturrahmi dengan tokoh agama karismatik NU, TGH. LM. Turmudzi Badarudin atau Tuan Guru Bagu. Kedatangan Bung Nuri disambut hangat dan penuh akrab Tuan Guru Bagu, sepeti anak dan ayah.

“Saya hanya datang bershilaturrahmi kepada orang tua saya (Tuan Guru Bagu), dan guru kita semua yang kita takzimi, mohon do’a dari beliau langsung,” kata Bung Nuri usai bertemu Tuan Guru Bagu, pada Rabu malam (24/4/2019).

Sebagai anak muda, kata Bung Nuri, tentu butuh saran serta nasihat dari orang tua dan guru bagi kita semua. “Alhamdulillah pada malam ini saya bisa bershilaturrahmi bersama beliau langsung dengan penuh kekeluargaan, bangga serta sangat bersyukur,” ucapnya.

Pasca pemungutan suara pemilu 17 April, Bung Nuri terlihat santai dan tetap tenang menyikapi kisruh politik yang sedang terjadi di masa penghitungan suara oleh KPU. Tidak berjibaku dengan ketegangan menjaga perolehan suara, tetapi Bung Nuri melakukan silaturahmi dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama hingga mengajak relawan dan masyarakat tetap menjaga kondusifitas kemanan dan ketertiban pasca pemilu, dengan tetap membangun silaturahmi.

Gaya Bung Nuri yang tetap tenang dan terus membangun silaturahmi, namun juga tetap optimis perjuangannya untuk “Rakyat Senang” di Senayan terwujud, diapresiasi tokoh karismatik NU, Tuan Guru Bagu.

Dalam kesempatan silaturahmi di kediaman Tuan Guru Bagu di Pringgarata Lombok Tengah itu, Caleg DPR RI dari PAN nomor urut 5 Dapil NTB II (Lombok) ini, dido’akan Tuan Guru Bagu agar diberi kelancaran dalam segala urusan oleh Allah SWT.

“Saya mengajak semua masyarakat untuk tetap menjaga tali silaturahmi. Pilihan (politik) boleh beda, tetapi persaudaraan harus dirawat dan dijaga,” tandas Bung Nuri.

(mn-03)

Bagikan :