Puluhan Ulama NU, NW, Muhammadiyah di NTB Gelar Silaturahim

MATARAM, MN–Puluhan alim ulama NU, NW dan Muhammadiyah NTB, serta para Rektor PTN/PTS se Kota Mataram gelar silaturahim dalam rangka meneguhkan ukhuwah islamiyyah dan ukhuwah wathaniyah.

Pembacaan Qalam Ilahi oleh Ustadz Ahmad Sakdyiah mengawali acara silaturahim tersebut, kemudian dilanjutkan dengan silaturahmi yang dipandu oleh Ketua PW NU NTB Prof. Dr. TGH. Masnun Tahir.

Prof Masnun menyampaikan silaturahmi tersebut membahas situasi negara dan juga menjadi tindak lanjut dari acara Multaqo’ Ulama beberapa lalu di Jakarta, yang di hadiri oleh TGH. L.M. Turmudzi Badarudin (Syuriyah PWNU NTB) dan TGH. Yusuf Makmun (Mustasyar PBNW).

Sementara itu, Rais Syuriah PW NU NTB, TGH. L.M. Turmudzi Badarudin atau Tuan Guru Bagu sebelum menyampaikan sambutannya terlebih dahulu mengawali dengan tawasul kepada Nabi, tawasul kepada pendiri NU dan NW.

Pada kesempatan itu Tuan Guru Bagu menyampaikan satu pesan penting terkait situasi politik pasca pemilu. “Siapapun yang jadi presiden terpilih kita samikna wa’atakno,” imbuh Rais Syuriyah PWNU NTB itu.

“Kita samikna wa’atakno dan tetap jaga persatuan kesatuan, dan itulah yang diridhoi oleh Allah SWT. Jangan saling caci maki apa lagi sampai saling bunuh di bulan ramadhan,” imbuhnya.

Hal senada juga dipaparkan Mustasyar PB NW, TGH. Muhammad Yusuf Makmun, kegiatan multaqo’ ulama yang digelar di Jakarta. “Kita beragama Islam dan sesama Warga negara saling menghargai dan menjaga persatuan,” ujarnya.

Karena itu, TGH. Muhammad Yusuf Makmun juga meminta agar siapapun yang terpilih dan menjadi pemimpin negeri ini nanti agar menerima hasil yang di tetapkan oleh KPU.

Ditempat yang sama, Kabinda NTB, Tarwo Kusnarno mengatakan bahwa menjelang 22 Mei masih marak dan banyak berita-berita Hoax di media sosial.

“Mari kita sama-sama mencermati dan mengimbau kepada jamaah agar tidak mudah termakan oleh berita-berita bohong, sehingga tidak terjadi benturan-benturan di masyarakat,” ajaknya.

Acara diakhiri dengan pembacaan deklarasi dan imbauan yang di pimpin oleh Katib Suriyah PWNU NTB H. Adi Fadli dan diikuti oleh seluruh ulama dan tokoh agama yang hadir.

Berikut point deklarasi dan imbauan tersebut:

  1. Mendukung terciptanya suasana damai di setiap waktu dan tempat khususnya bulan suci ramadhan.
  2. Menghimbau masyarakat untuk selalu menjaga perdamaian, persatuan dan kesatuan serta menghindari fitnah opini dan interpretasi terkait situasi dan kondisi saat ini, demi menjaga kesucian bulan suci ramadhan dan keutuhan NKRI.
  3. Menguhkan ukhuwah islamiyah, dan ukhuwah watahaniyah, untuk mempertahankan ideologi pancasila dan UUD 1945.
  4. Mengajak para alim ulama, tokoh masyarakat, tokoh adat untuk menjaga keutuhan bangsa serta negara kesatuan republik indonesia, serta melawan siapapun yang memecah belah umat dan memelopori makar.
  5. Mendukung kinerja dan keputusan KPU, Bawaslu, serta lembaga resmi negara terkait keputusan pemilu 2019
  6. Mempercayakan persoalan keamanan dan hukum kepada aparat resmi negara, hukum sebagai bentuk ketaatan kepada waliyul amri.
Bagikan :