Kajian UNDP dan Somasi Disebut Bisa Bantu Pulihkan Ekonomi KLU Pasca Gempa

Sekertaris BPBD KLU Evi Winarni, hadiri diskusi pengembangan ekonomi pasca gempa yang digelar UNDP Indonesia dan Somasi NTB bersama Pemda KLU, di Hotel Medana Bay Marina, Selasa (28/5/2019).

KLU, MN–Guna mendorong percepatan pemulihan perekonomian pasca bencana gempa bumi di Kabupaten Lombok Utara (KLU), UNDP Indonesia dan Somasi NTB menggelar diskusi diseminasi hasil analisis rantai nilai komoditas strategis bersama Peda KLU dan kelompok tani kakao.

“Dalam pengembangan perekonomian di Lombok Utara, kajian-kajian khusus seperti yang telah dilakukan Somasi NTB bersama UNDP Indonesia sangatlah penting untuk dilakukan guna membantu Pemerintah Daerah dalam menentukan arah kebijakan kedepannya,” kata Evi Winarni, Sekertaris BPBD KLU, saat membuka diskusi tersebut di Hotel Medana Bay Marina Tanjung, Selasa (28/5/2019).

Evi mengungkapkan bahwa secara masif kondisi sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat pasca gempa banyak sekali mengalami perubahan, sehingga hal tersebut mendorong munculnya permasalahan yang sangat kompleks ditengah masyarakat.

“Kalau rumah kita bisa membangun, kita bangun rumah jadi rumah secara kasat mata, tetapi bagaimana dengan pembangunan ekonomi, pembangunan sosial budaya, nah ini yang betul-betul harus menjadi perhatian kita bersama,” ujar Evi.

Sementara itu, Zaenudin selaku tim riset dari UNDP Indonesia memaparkan bahwa di Kabupaten Lombok Utara selain melakukan kajian ilmiah, tim UNDP Indonesia juga membantu pemerintah dalam mendorong pembangunan atau rekonstruksi di Lombok Utara dalam bidang kesehatan dan pendidikan.

“Ada 8 postu yang akan mendapatkan dukungan pembiayaan dari UNDP di Lombok Utara, kemudian ada empat SMK Negeri yang juga akan di suport rekonstruksinya lewat UNDP” ungkap Zaen tim UNDP Indonesia.

Kajian diskusi yang dibahas oleh UNDP Indonesia dan Somasi NTB pada kesempatan itu adalah pemilihan kakao sebagai komoditas potensial di sektor pertanian untuk mendorong perkembangan ekonomi masyarakat di Lombok Utara selain dari sektor pariwisata seperti pada umumnya.

(hs-klu/mn-07)

Bagikan :