- advertisement -

KLU, MataramNews – Mewujudkan motto Kabupaten Lombok Utara, “Tiok-Tata-Tunaq”  dalam membangun masyarakat Dayan Gunung yang berdaulat, mandiri, bermartabat dan hidup sejahtera secara berkelanjutan, perlu dilakukan peningkatan kapasitas kader pembangunan ditingkat desa untuk mengelola pembangunan secara partisipatif.

{xtypo_info} Foto: Bupati KLU, H. Djohan Sjamsu, SH {/xtypo_info}

“Peningkatan kapasitas  bagi kader pembangunan, pemerintah dan organisasi warga yang ada ditingkat desa perlu terus dilakukan untuk mengelola pembangunan secara partisipatif, mengembangkan jaringan kerja guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat”, kata coordinator program Acess KLU, R. Agus Hadianto, ketika mempresentasikan rencana aksi program penguatan keberdayaan warga, di Café Anom Kecamatan Tangjung KLU 30/12 lalu.

Acara tersebut, selain dihadiri Bupati KLU, H. Djohan Sjamsu, SH, juga
tampak beberapa Kepala Dinas SKPD KLU, dan penanggungjawab program Acess, Arif Mahmudi, dan Kamardi, camat, dan para fasilitator pendamping.

R. Agus Hadianto menjelaskan,  misi program Access yang merupakan kerja sama Pemerintah Australia dengan Pemerintah Indonesia ini, diantaranya meningkatkan kapasitas para aktor-aktor pembangunan di desa, kecamatan dan kabupaten. “Para aktor pembangunan desa yang dimaksud adalah Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD), pemerintah desa, organisasi warga, kaum marjinal, kaum perempuan dan warga miskin.

Sasaran program Access ini ada dua yaitu mitra langsung dan mitra tidak langsung, ”jelasnya. Yang termasuk bagian mitra langsung, menurut Agus, yaitu,  KPMD sebanyak 198 orang yang terdiri dari laki-laki 99 orang dan perempuan 99 orang, kemudian pemerintahan desa (kades,BPD, kaur dan Lembaga Teknis di desa) 132 orang, terdiri laki-laki 105 orang dan perempuan 27 orang, yang lain adalah organisasi warga, seperti Banjar, Kelompok Tani, Posyandu, Karang Taruna, Kelompok Kerajinan, Remaja Mesjid dan lain-lain.

Sedangkan yang termasuk mitra tidak langsung  seluruh warga di 33 desa yang ada di Kabupaten Lombok Utara, yang menurut data dari Bappeda tahun 2010 lalu penduduk KLU berjumlah 199.904 jiwa, yang terdiri dari laki-laki 98.623 jiwa dan perempuan 101.281 jiwa.

Bupati KLU H. Djohan Sjamsu,SH dalam kesempatan itu, mengajak kepada seluruh elemen dan warga masyarakat, SKPD, Mitra Koalisi untuk bersinergi melaksanakan program Access dalam rangka menuntaskan masalah kemiskinan di daerah ini. Dimana menurut data statistic bahwa KLU menduduki urutan tertinggi di NTB  yaitu 43,14 %. “Ini adalah persoalan yang peka dan paling prinsip yang harus segera diselesaikan di KLU,”jelasnya.

Bupati berharap kepada seluruh pelaku dalam rencana aksi program Access di daerah ini bersinergi dalam penguatan keberdayaan warga, organisasi warga dan pemerintahan desa dalam mendorong menuju Desa Mandiri. “Mari kita laksanakan program ini dengan penuh rasa tanggung jawab, karena ini adalah salah satu kewajiban kita yang intinya akan kita pertanggung jawabkan di hadapan Allah Swt,”tegasnya.

Sementara dalam diskusi yang dipandu Kamardi,SH dengan para pihak diperoleh kata sepakat bahwa minggu pertama bulan januari 2012 diseluruh Desa dan Kecamatan akan memulai rencana aksi program penguatan keberdayaan warga, organisasi warga dan pemerintahan desa dalam mendorong desa mandiri.