- advertisement -

KLU, MataramNews – Terjadinya cuaca ekstrim yang diiringi intensitas hujan tinggi diwilayah lombok utara sejak beberapa pekan terakhir, cukup mempengaruhi kondisi kesehatan masyarakat. Bahkan diujung musim penghujan tahun ini, warga lombok utara sangat rentan terserang penyakit yang disebabkan anomaly cuaca yang memicu peningkatan siklus perkembangbiakan kuman penyakit akibat lingkungan yang kurang bersih.

Berdasarkan catatan dinas kesehatan Lombok Utara, selama musim penghujan dan perubahan cuaca khususnya selama dua bulan terakhir, angka kunjungan pasien diseluruh puskesmas terbilang cukup tinggi mencapai 20-40 orang/hari.

Sekretaris dinas kesehatan lombok utara, H.Suhardi,Skm,  mengatakan, saat ini memang terjadi kerentanan serangan penyakit dibeberapa wilayah lombok utara. Beberapa jenis penyakit yang rata-rata dirasakan masyarakat saat ini menurut Suhardi, terdiri dari penyakit musiman dan pengaruh perubahan lingkungan seperti, Diare, penyakit Kulit dan mata, inpeksi saluran pernapasan hingga serangan malaria dan demam berdarah.

Dikatakan Suhardi, serangan penyakit tersebut biasanya menyerang anak-anak dan menular hingga kedewasa, yang disebabkan gaya hidup warga yang cenderung tidak bersih dan sehat, termasuk akibat
mengkonsumsi air yang tidak steril dan kotor.

Menyikapi persoalan tersebut, sekretaris dikes KLU itu mengatakan, pihknya sejak awal musim penghujan tahun ini telah menginstruksikan puskesmas hingga para petugas pustu diseluruh desa, agar semaksimalkan serangan penyakit dimasyarakat yang menjurus terhadap terjadinya kejadian luar biasa, dengan cara mengoptimalkan penyuluhan sekaligus pelayanan kesehatan. Selain itu mendorong gerakan gotong royong membersihkan lingkungan.

Ia juga megatakan, pihaknya telah menyiagakan peralatan seperti alat Fogging dan bubuk Abate disetiap desa, termasuk para petugas yang memantau wilayah-wilayah endemic malaria dan DBD.