- advertisement -

JAKARTA – Putra bungsu presiden pertama RI Soekarno, Guruh Soekarnoputra, menyatakan kesiapannya menjadi pemimpin baru bangsa Indonesia. Hal ini diungkapkan Guruh saat merayakan ulang tahunnya ke-59 di kediamannya di Jakarta Selatan, Jumat (13/1/2012) malam.

“Saya siap memimpin negara dan bangsa ini. Saya punya konsep-konsep, cukup mempersiapkan apa yang harus saya lakukan dalam memimpin negara ini,” ujar Guruh.

Guruh mengaku prihatin karena ideologi bangsa Indonesia telah berubah sejak reformasi. Hal ini dapat dilihat dari persepsi tentang Pancasila yang mulai meluntur di tengah masyarakat. Demikian pula dengan banyaknya kekacauan dan perpecahan di antara masyarakat dan mulai menipisnya nilai gotong royong antarwarga.

Guruh bertekad mewujudkan konsep kenegaraan dengan mengembalikan Pancasila sebagai kekuatan dasar bernegara. “Hanya sebagian besar masyarakat yang mengerti tentang persepsi mengenai Pancasila. Sekarang ini amburadul, jalan dengan pemikiran sendiri, multitafsir, mulai muncul gejala separatisme dan perpecahan,” ujarnya.

Guruh mengaku tak ingin menjadi pemimpin negara yang tak paham terhadap Pancasila sebagai bagian dari ideologi bangsa ini. Ia bahkan menyebut sejumlah pemimpin lebih mirip pemimpin perusahaan dibanding menjadi kepala negara yang baik untuk bangsa. “Kalau jadi presiden, percuma saja (jika) perbuatannya, perilakunya seperti me-manage perusahaan kaya presiden direktur. Pemimpin harus paham apa yang harus dilakukan untuk bangsanya,” kata Guruh.

 

Sumber:kompas.com

 





Unduh versi Android situs berita Mataram News DISINI !