- advertisement -

LOTIM, MataramNews – Kebijakan penyelenggara semester ganjil di Fakultas Huhum  Universitas Gunung Rinjani (UGR) Kabupaten Lombok Timur yang harus melunasi biaya semester ganjil cukup merisaukan pihak mahasiswa/wi.

Panitia penyelenggara semester ganjil membuat peraturan tegas dan tanpa ada toleran terhadap mahasiswa yang menunggak pembayaran administrasi.

Salah seorang pengawas semester V, Fakultas Hukum UGR, menegaskan, bagi mahasiswa yang belum melunasi biaya semerter ganjil, tidak akan diberikan nilai, hingga lunas semua biaya adminsitrasi.

Puluhan mahasiswa yang lolos dan yang dapat mengkuti semester mengaku prihatin atas kebijakan yang diambil pihak penyelenggara, karena mengingat banyak teman-temannya yang tidak dapat ikut semester ganjil.

“Kebijakan pihak kampus UGR terkesan memaksa, padahal tujuan mendirikan lembaga pendidikan ini untuk membantu mahasiswa miskin ataupun orang kaya, baik dari kalangan pengusaha, petani maupun buruh”, ungkap Mernin menyesalkan.

Eros, salah seorang mahasiswa UGR mengaku, setiap kali semester harus menyediakan biaya sebesar Rp. 600 ribu ditambah dengan uang SKS per-semester sebesar Rp. 300 ribu. “Jadi setiap kali semester, mahasiswa harus menyediakan dana sekitar Rp. 900 ribu”, ungkap Eros yang menghubungi MataramNews via hp, 15/1.

Kebijakan pihak kampus UGR selain merisaukan mahasiswa, juga mendapat kritikan dari salah seoerang pemerhati pendidikan Lombok Timur, Zulkarnaen. Menurutnya, pendidikan di Lombok Timur sudah berkembang cukup pesat,mulai dari motivasi individu dan kelompok mahasiswa untuk melanjutkan cita-cita pembangunan bangsa.

”Hal-hal semacam ini perlu kita bangkitkan  terus menerus,baik dikalangan masyarakat,  pemerintah maupun pihak kampus. Jangan kemudian kita menyurutkan semangat generasi kita dengan memaksa harus membayarlunas, karena mengingat tidak semua mahasiswa yang mampu membayar sekaligus”, tegas Zulkarnaen.