- advertisement -

KLU, MataramNews – Pembangunan Pelabuhan Carik, Desa Anyar Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara, masih menyisakan Pekerjaan Rumah (PR) bagi pemerintah. Pasalnya, masih ada satu rumah,  milik Wak Jaming yang belum mau direlokasi dari lokasi pembangunan pelabuhan.

Wak Jaming (60) ketika ditemui dikediamannya 19/1 mengaku, dirinya bukan tidak mau pindah dari lokasi pembangunan pelabuhan, jika harga pembebasan tanahnya sesuai dengan harga yang diminta. “Pada tahun 2010 lalu, saya sudah minta ganti rugi sebesar Rp. 125 juta, namun pemerintah tidak menyetujuinya, sehingga saya masih bertahan ditempat ini”, katanya.

Dikatakan, beberapa waktu lalu, pemerintah menawarkan uang ganti rugi sebesar Rp. 57 juta, tapi tawaran itu ditolak, karena dinilai tak sesuai dengan harga tanah dan bangunannya diareal seluas 3,4 are. “Dengan dana segitu mana cukup untuk biaya pindah dan bangun rumah, lebih-lebih harga bahan bangunan sekarang ini semakin tinggi”, jelasnya.

Sementara warga lainnya yang tinggal di lokasi pembangunan pelabuhan, semuanya sudah direlokasi ke tempat yang baru, kecuali Wak Jaming. “Ditempat ini (rumahnya sekarang-red)  cukup strategis untuk melakukan usaha-usaha kecil untuk meningkatkan ekonomi. Berbeda dengan ditempat relokasi yang cukup jauh dari jalan raya, selain sepi juga tidak ada yang bisa dijual”, katanya.

Bagaiamana bila dilakukan relokasi paksa oleh pemerintah? Menjawab pertanyaan tersebut, Wak Jaming sambil tersenyum mengaku siap membela hak miliknya sampai titik darah penghabisan. “Selama tidak sesuai pembayarannya, saya tetap akan bertahan ditempat ini”, tegasnya.

Pantauan media ini menunjukkan, di lokasi rumah Wak Jaming, setiap kali turun hujan, halaman rumahnya selalu tergenang air, setelah lokasi pembangunan pelabuhan Carik diratakan. Namun hal itu tidak membuat Wak Jaming patah semangat untuk mempertahankan hak miliknya.

Sementara Gubernur NTB, DR. H Zainul Majdi MA, ketika melakukan Roadshow ke Lombok Utara mengaku,  untuk menyelesaikan pembangunan Pelabuhan Carik pada tahun 2012 ini, pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp. 20 miliar.





Unduh versi Android situs berita Mataram News DISINI !