Bukti laporan polisi kasus peretasan SIA Unram oleh PSI NTB
KLU, MataramNews – Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat-Mandiri Perdesaan (PNPM-MPd) dampaknya sangat dirasakan masyarakat. Meski belum jelas pagu anggaran dan volume kegiatan serta waktu pelaksanaan program PNPM-MPd yang masuk ke wilayah Dusun Bat Pawang Desa Sesait, Kepala Dusun bersama warganya menggelar sukuran Rabu (18-01-2012) atas ditunjuknya Dusun Bat Pawang sebagai sasaran Program fisik PNPM-MPd tahun 2012 .
Sebelum Acara dimulai Kepala Dusun Bat Pawang Ariandi, SP.d kepada wartawan mengungkapkan bahwa acara Syukuran dihajatkan untuk meningkatkan hubungan sillaturahmi antar warga sebagai prasyarat pembangunan secara bergotong Royong. Selain itu lanjutnya, acara syukuran dikemas dalam rangka menjaring aspirasi atau penggalian gagasan terhadap rencana program skala prioritas berdasarkan kebutuhan masing-masing kelompok kepentingan yang ada di Dusun kami.
Untuk itu, bebernya, pada kesempatan ini kami mengumpulkan semua kelompok-kelompok masyarakat diantaranya, kelompok tani Bat Pawang, Kelompok Tani Lokok Tujan, Kelompok Tani Paok Mera, Kelompok Perempuan, dan kelompok Pemuda. Pada kesempatan ini kami juga mengundang dari unsur-unsur Pemerintah baik Pemerintah Desa, Kecamatan, Fasilitatir dan TPK PNPM-MPd, Pemerintah Daerah dalam hal ini dinas terkait yaitu Dinas PU dan Dinas Pertanian serta anggota DPRD KLU.
Sementara itu Anggota DPRD KLU dari Fraksi Golkar Djekat DM, yang didaulat sebagai sesepuh masyarakat Adat Wet Sesait dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya kepada masyarakat Bat Pawang dan kelompok-kelompok masyarakat yang ada. Menurutnya acara syukuran atas telah selesainya pembukaan jalan baru sepanjang 2,5 Km yang kemudian akan dilanjutkan dengan pengerasan Jalan atau Rabat jalan melalui program PNPM-MPd di tahun 2012 merupakan bentuk budaya turun temurun nenek moyang atau leluhur kita wet adat Sesait dalam memaknai sekaligus mensyukuri nikmat Allah SWT.
Kegiatan syukuran yang dikemas secara sederhana dengan duduk bersama, lanjut anggota Dewan yang biasa disapa Samak Djekat, adalah ciri khas intraksi sosial masyarakat adat secara kekeluargaan. Hal ini, ucapnya, akan dapat mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal yang ada termasuk juga budaya Gotong Royong.  Budaya gotong royong inilah yang dimaksud dengan sistem pembangunan secara partisipatif yang merupakan bentuk kesadaran moral sosial tradisi masyarakat kita.
Namun demikian, sambungnya, kebutuhan akan kemajuan kehidupan baru di era Globalisasi yang ditandai dengan kemajuan teknologi dan informasi mutlak diperlukan. Sehingga dibutuhkanlah transpormasi budaya yang positif dan inovasi baru dalam setiap perencanaan dan pelaksanaan pembangunan. sedangkan berkaitan dengan program pemerintah daerah tahun 2012 khusus yang bersumber dari dana Aspirasi Dewan kami akan alokasikan berdasarkan skala prioritas. Karena jumlah dana yang sangat kecil maka kami harap masyarakat menyadari dan memakluminya jika nantinya ada yang tidak kecipratan dana aspirasi, Karena sangat tidak memungkinkan dana senilai 150 juta akan terbagi ke semua wilayah, lebih-lebih dana tersebut akan dicairkan melalui dinas instansi tertentu sebagai leadingsector pembangunan berdasarkan aspirasi masyarakat, harap Samak Djekat.
Pada kesempatan yang sama, Dinas PU yang diwakili oleh Abdullah Kasi Operasional  merasa tersanjung terhadap kegiatan yang digelar masyarakat Bat Pawang dalam rangka sillaturrahmi. Hal ini,  ucap Abdullah, adalah bagian dari bentuk partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Selain itu ia juga banyak menyinggung tentang keterbatasan suplay air irigasi wilayah Sesait, Santong, Bagek Kembar, Dangiang, Lendang Jurang, dan Dusun Melepah. Menurutnya debit air Dam Santong masih kurang jika dibandingkan dengan luas wilayah persawahan yang ada. Meskipun curah hujan tinggi namun dikarenakan belum adanya sistem penampungan air permukaan atau bendungan maka, air hujan datang dan pergi begitu saja. Untuk itu lanjutnya, keterbatasan air pada musim kemarau dan melimpahnya air pada musim hujan akan menjadi pertimbangan pemerintah daerah dalam membuat atau merencanakan program.
Ketua TPK PNPM Desa Sesait Kardiantara, SP.d. ditempat acara syukuran mengungkapkan bahwa apa yang menjadi visi misi PNPM-MPd selama ini memang sangat dirasakan masyarakat. Sistem perencanaan dengan mengintegrasikan tiga kutub yaitu Partisipatif, Teknokratis dan politis dapat kita lihat pada kesempatan ini. Dimana tiga komponen pembangunan terintegrasi yaitu partisipasi masyarakat, keahlian rancang bangunan atau design program yang secara ilmiah oleh aktor-aktor profesional dan secara politis melalui keputusan pemangku-pemangku jabatan akan mampu menciptakan akselerasi pembangunan.
Mudah-mudahan, harap Kardiantara, apa yang menjadi hajat masyarakat selama ini akan mampu terjawab melalui program PNPM-MPd khususnya masyarakat miskin perdesaan. Program pembangunan Jalan oleh PNPM-MPd di Dusun Bat Pawang tahun ini nantinya akan dilanjutkan oleh pemerintah Daerah, mengingat kemampuan keuangan Pemda khususnya dalam pembangunan pengaspalan jalan sangat mendukung.





Unduh versi Android situs berita Mataram News DISINI !