Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah, didampingi Bupati Dompu, H. Bambang H. M. Yasin, di lokasi acara Jumpa Bang Zul-Ummi Rohmi (JanZul-Mi) di lapangan kantor Bupati Dompu pada Jum'at pagi, (1/2/2019).
LOTIM, MataramNews  – Keluhan tingginya pembayaran air yang dikelola Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) bukan saja terjadi di Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara, namun kini malah sudah mulai merambah ke Kabupaten Lombok Timur.
Sebut saja, misalnya pelanggan PDAM di Kecamatan Suela-Lotim, yang beberapa bulan terakhir ini mengeluhkan tingginya pembayaran air yang harus ditanggung para pelanggan, padahal pihak PDAM hanya memasang pipa dari sumber mata air Lemor, tanpa menggunakan alat mesin menyedot.
Amaq Azra, salah seorang pelanggan mengaku, pembayaran air PDAM dinaikkan secara sepihak oleh perusahaan tanpa disosialisasikan ketingkat masyarakat dengan kenaikan hingga mencapai Rp. 2500 per-kubik.
“Kami merasa rugi, karena gesekan anginnya, amper meternya sudah mutar yang berakibat pada penambahan angka pemakaian. Dan persoalan ini sudah kami sampaikan ke petugas, namun tidak pernah mendapat respon dari petugas PDAM”, ungkap puluhan pelanggan. Selain itu,  petugas juga dinilai mencatat meter seenaknya, karena jarang melakukan pemeriksaan meter pelanggan, tiba-tiba pembayarannya membengkak.
Seharusnya, pemerintah Lotim mengambil kebijakan yang tepat, artinya jangan sampai menyamaratakan. “Karena air PDAM khususnya di Kecamatan Suela dengan Kecamatan Selong cara penglirannya berbeda. kalau di Selong barangkali perlu menggunakan alat tambahan seperti mesin penyedot, tapi di Suela pipanya hanya dicolok begitu saja pada sumber mata air, langsung mengalir”, kata Eros yang dihubungi MataramNews via hp, 21/1.





Unduh versi Android situs berita Mataram News DISINI !