Pemkot Kehilangan PAD Rp 700 Juta Pertahun

MATARAMnews – Setelah Bandara Internasional Lombok (BIL) di Kabupaten Lombok Tengah mulai beroperasional per 1 Oktober 2011 lalu, Bandara Selaparang pun resmi ditutup. Akibatnya Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram kehilangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp700 juta, belum termasuk masyarakat yang kehilangan mata pencaharian. Pernyataan itu dilontarkan Walikota Mataram H. Ahyar Abduh di sela-sela kegiatan pencanangan Penataan Pengembangan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas (PLP-BK) Program Nasional Pembangunan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perkotaan di di Lingkungan Peresak Timur Kelurahan Pagutan Kecamatan Mataram, Kamis (6/10/2011).

Terkait dengan itu Walikota Mataram telah mengutus tim kajian pemanfaatan eks Bandara Selaparang untuk segera menjadwalkan pertemuan dengan pihak PT. Angkasa Pura I terkait dengan rencana pemanfaatannya, agar kondisinya tidak sama dengan pelabuhan Ampenan pasca operasional dipindah ke Lembar Lombok Barat. “Kendati lahan seluas 68,79 hektare merupakan aset Negara yang dikelola BUMN dalam hal ini PT. Angkasa Pura I, namun kepala daerah punya kewenangan terkait dengan ijin pemanfaatannya,” tegas Walikota.

Sebelumnya tim kajian pemanfaatan eks Bandara Selaparang menyampaikan  merekomendasikan tiga alternatif pemanfaatan yakni, tetap menjadi bandara untuk melayani penerbangan domestik, pembangunan hanggar sebagai tempat perbaikan dan pemeliharaan pesawat dan, sebagai sekolah penerbangan. “Namun apapun itu, intinya pada eks Bandara Selaparang harus ada kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Jangan sampai vakum,” kata Walikota.

(Rilis Humas Pemkot Mataram: Nir)

Bagikan :