Lingkungan, Faktor Utama Pembentuk Karakter Anak

MATARAM – Lingkungan akan menjadi faktor pendukung utama yang dapat membentuk karakter seorang anak. Karenanya, pembelajaran menyeluruh di lingkungan termasuk lingkungan sekolah harus diupayakan baik itu dari guru-guru, orang tua, maupun anak-anak itu sendiri. Pelaku maupun korban bullying sama-sama harus diperhatikan, karena dua-duanya akan menjadi faktor pemicu awal terjadinya lingkaran bullying yang lebih luas.

Ketua TP PKK NTB Hj Erica Zainul Majdi mengungkapkan hal itu saat menerima silaturahmi jajaran komite TK-SD Model Mataram didampingi oleh pengurus Pokja II TP PKK NTB, Kamis (16/11/17) di pendopo Gubernur NTB, guna memohon arahan dari Ketua TP PKK NTB terkait dengan akan diadakannya seminar pencegahan Bullying dan Depresi pada Anak. Seminar tersebut direncanakan akan menghadirkan narasumber spesialis jiwa khusus untuk anak-anak dan psikiater pemerhati anak, dengan peserta untuk umum yang diharapkan hadir adalah para orang tua, guru-guru, termasuk instansi pemerintah.

Menyikapi hajat dari komite TK-SD Model Mataram, Erica menyampaikan bahwa TP PKK NTB sangat mengapresiasi dan akan memberikan dukungan semaksimal mungkin sesuai tugas dan fungsi yang diemban PKK dalam membangun dan mewujudkan kesejahteraan keluarga. Dengan jejaringnya yang kuat, TP PKK dari tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, desa/kelurahan hingga jangkauan 10 rumah dengan 1 orang kader, PKK tentu memiliki peran maksimal sehingga isu-isu yang diangkat termasuk terkait bullying dan depresi anak, akan diperkuat.

“Saya sangat bersyukur ada orangtua yang membuat perkumpulan atau organisasi seperti komite ini, yang memiliki komitmen dan kepedulian terhadap anak-anak sebagai penerus bangsa, khususnya terkait bullying dan depresi terhadap anak,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa anak itu adalah peniru ulung. Jadi para orangtua harus mampu mengintrospeksi dan memperbaiki diri, berusaha untuk mengawasi apa yang anak-anak lihat dan lakukan, serta berinteraksi dengan siapa anak-anak kita dalam kesehariannya di lingkungan sekolah maupun di luar rumah tempat ia bermain dan bersosialisasi.

Untuk mencapai tujuan yang utuh dari seminar yang akan digelar oleh komite TK-SD model mataram, Erica juga meminta agar pemilihan narasumber lebih diperhatikan.

“Narasumber haruslah yang betul-betul kompeten karena lebih sulit mendidik orangtua daripada mendidik anak. Narasumber harus mampu memotivasi dan mengetuk hati orangtua untuk peduli dan memperhatikan anak-anaknya agar tidak menjadi tukang bullying dan dibullying,” tegas Erica.

Erica berharap agar komite TK-SD model mataram menjadi organisasi pertama yang akan menjadi contoh bagi para orangtua lainnya, sehingga dapat menyatukan ikhtiar membentuk organisasi yang visi misinya peduli terhadap tumbuh kembang dan terwujudnya akhlaq serta kepribadian mulia bagi anak-anak.

Sebelumnya, Siti Nurrakhmah sebagai perwakilan dari komite TK-SD Model Mataram menyampaikan bahwa Komite TK-SD Model Mataram diketuai oleh Emil Siain yang anggotanya terdiri dari para orangtua murid TK-SD model se kota Mataram.

Dijelaskan pula bahwa tema bullying dan depresi pada anak diangkat dalam seminar lahir dari keprihatinan komite terhadap situasi dan kondisi yang berkembang saat ini, dimana anak-anak banyak mengalami bullying dan menjadi pelaku bullying itu sendiri di lingkungan sekolah. Dan berharap hal ini tidak terjadi di NTB. Seminar juga akan diisi dengan tes bakat dan minat anak-anak dari TK sampai Perguruan Tinggi.

(mn-07/r3)

Bagikan :