Kapolda NTB Beri Ceramah Kebangsaan di Lobar

LOMBOK BARAT – Kapolda NTB Brigjen Pol Drs. Firli, M.Si. menemui segenap pimpinan daerah, tokoh parpol, dan tokoh masyarakat saat berkunjung ke area Kantor Bupati Lombok Barat (Lobar) di Giri Menang Gerung, Selasa (2/5/2017).

Kunjungan yang diberi tema “Silaturrahmi dan Dialog Kebangsaan Kapolda NTB dan Pimpinan Daerah, Parpol, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat” ini dipusatkan di Bencingah Agung Kantor Bupati Lombok Barat.

Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid dan jajarannya serta sejumlah pimpinan DPRD, Tokoh Parpol, ketua-ketua Ormas, para Tuan Guru, serta satuan keamanan dari TNI AD dan Polri di Kecamatan se kabupaten Lombok Barat tampak hadir memenuhi area Bencingah.

Dalam acara tersebut, Bupati Fauzan dalam kata-kata penerimaannya menyampaikan bahwa keamanan dan ketertiban di Lobar kondusif dan tidak ada konflik yang mengganggu kebhinnekaan Bumi Patut Patuh Patju. Hal ini, lanjutnya, berkat kerjasama dari berbagai pihak di Lobar.

“Kami (Pemda) hanya semacam fasilitator,” ujarnya seraya mengingatkan untuk tidak terlena tapi tetap waspada.

Sementara itu, Kapolda NTB Brigjen Pol Drs. Firli, M.Si dalam paparannya menyampaikan terima kasih atas suasanan keamanan di Lobar. Baginya, berkumpulnya Bupati dan jajarannya serta para Tuan Guru di tempat itu disebabkan rasa cinta kepada Lobar.

Daerah Lobar, menurutnya, merupakan daerah yang sangat potensial secara ekonomi, terlebih lagi pariwisata.

Jendral bintang satu itu juga bersyukur dengan keberadaan para tuan guru di daerah ini. Menurutnya, para tuan guru dengan pondok-pondok psantrennya memberikan andil yang besar bagi negara. Dalam skope yang lebih luas, pria asal Sumatra Selatan ini menyebut peran ulama sangat besar bagi perkembangan Bangsa Indonesia.

Dia memberi contoh lahirnya Muhammadiyah tahun 1912, Nahdlatul Ulama (NU) tahun 1926 yang menjadi bukti persatuan Bangsa Indonesia. “Tidak ada kemajuan suatu negara karena jasa pribadi,” tegasnya.

Terkait dengan kebangsaan, dengan tegas dikatakannya bahwa konsep kebhinnekaan, NKRI, Pancasila dan UUD 1945 merupakan konsep yang final dan tidak bisa diganggu gugat. Bahkan menurutnya, Indonesia merupakan laboratorium kebhinnekaan di mana terdapat lima bahkan lebih agama yang berbeda di Indonesia. Dikatakan Kapolda, Demokrasi Pancasila yang diterapkan di Indonesia merupakan demokrasi yang terbaik. Tiga alasan disebutkannya yaitu menjamin hak politik, sosial dan ekonomi, menjamin hak suara dan kekuasaan yang tidak sentralistik (eksekutif, legislatif dan yudikatif).

Hal lain yang disampaikan Kapolda adalah diperlukannya sinergitas antara pemerintah daerah, baik pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota dalam tugasnya di bidang kesejahteraan dan TNI-Polri dalam tugasnya di bidang keamanan.

“Prosperity approach sangat tergantung pada security approach”, ujarnya. Antara kesejahteraan dan keamanan saling terkait satu sama lain.

Yang menarik, Kapolda memberi istilah, bahwa NTB harus AT3DN, yaitu singkatan dari aman, tertib, tentram, tenang, damai dan nyaman. Dengan kondisi seperti itu maka para wisatawan tidak akan takut datang ke NTB. Pada bagian akhir paparannya, Kapolda memuji keberhasilan Lobar seperti pertumbuhan ekonomi Lobar tahun 2016 meningkat yaitu 6,39%.

Acara yang berlangsung meriah itu pun diikuti dengan pemberian penghargaan kepada tiga orang yang dianggap membantu menciptakan suasana kondusif. Mereka adalah Serda Jhon Dacosta Babinsa Taman Ayu, TGH Subki As-Sasaki Ketua FKUB, dan Nurdin Kepala Desa Mareje.

(asep/red)