BPS NTB Mencatat 598,7 Ribu Usaha Terdaftar SE 2016

MATARAM – Badan Pusat Statistik (BPS) NTB mencatat bahwa berdasarkan hasil pendaftaran Sensus Ekonomi 2016 ada sekitar 598,7 ribu usaha/perusahaan non pertanian.

Jumlah tersebut mengalami peningkatan sekitar 9,93 persen dibandingkan dengan Sensus Ekonomi 2006 lalu yang berjumlah 544,6 ribu usaha/perusahaan, namun bila dibedakan menurut skala usaha, 593,7 ribu usaha/perusahaan (99,2) persen berskala Usaha Mikro Kecil (UMK) dan 4,9 ribu usaha/perusahaan (0,8) persen berskala Usaha Menengah Besar (UMB).

Data ini diluncurkan oleh BPS NTB saat melaunching data Hasil Pendaftaran usaha/perusahaan Sensus Ekonomi 2016 NTB yang mengambil tema “Prospek ekonomi NTB dalam bidikan Sensus Ekonomi 2016” di Mataram pada Rabu (24/5/2017).

Menurut Kepala BPS NTB Endang Tri Wahyuningsih bahwa hasil pendaftaran SE 2016 di NTB tercatat 598.709 usaha/perusahaan yang dikelompokkan dalam 15 kategori kalangan usaha sesuai dengan Klasifikasi Baku Laju Usaha Indonesia (KBLI) 2015.

Sedangkan jumlah usaha/perusahaan menurut lapangan usaha, didominasi oleh lapangan usaha Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi dan Perawatan Mobil dan sepeda Motor (Kategori G) sebanyak 285,2 ribu usaha/perusahaan atau 47,64 persen dari seluruh usaha/perusahaan yang ada di Nusa Tenggara Barat, demikian juga dengan penyerapan tenaga kerja terbesar yaitu 418,57 ribu tenaga kerja (29,52 persen).

“Hasil pendaftaran SE 2016 menunjukkan Kabupaten Lombok Timur tercatat menjadi kabupaten paling banyak memiliki jumlah usaha/perusahaan yang mencapai 149,3 ribu atau 24,94 persen usaha/perusahaan di NTB yang didominasi oleh usaha kategori G sebanyak 74,546 usaha atau 49,9 persen,” ucapnya.

Lalu disusul oleh Kabupaten Lombok Tengah dan Lombok Barat sebanyaj 121.204 (20.33) persen usaha/perusahaam dan 84.334 (14.09) persen kemudian Kabupaten Sumbawa Barat paling sedikit jumlah usaha/perusahaan yaitu hanya 13,397 (2,24) persen.

“Secara umum menunjukkan 73,55 persen usaha/perusahaan terkonsentrasi di pulau Lombok dan hanya 26,45 persen usaha/perusahaan berada di pulau Sumbawa,” ungkapnya.

Sedangkan untuk penyerapan tenagaga kerja sebanyak 1,4 juta orang, dimana 92,46 persen diserap oleh Usaha Mikro Kecil. Sedangkan UMB menyerap tenaga kerja ebesar 7,54 persen,dengan ini berarti Usaha Mikro Kecil memegang peranan situasi ketenagakerjaan di Nusa Tenggara Barat.

Kegiatan Launching data SE 2016 yang digelar oleh BPS NTB ini mendapatkan apreasiasi dari BPS pusat, dimana lewat Sekretaris BPS pusat, Dedi Walujadi mengatakan bahwa acara launching data ini merupakan bagian penting proses bisnis dan meningkatkan ekonomi karena itu BPS menyajikan data yang berkualitas.

Dimana BPS yang diberikan mandat untuk menyediakan data berkualitas itu dirasa tidak muda karena itu BPS tidak hanya membutuhkam dukungan moril namun juga kerjasama dengan pemerintah daerah dan kerjasama juga dengan swasta.

“Data SE 2016 ini sangat penting untuk kedepan dalam persaingan ekonomi di indonesia,” ucapnya.

Karena itu pada tahun 2017 ini BPS akan melakukan SE 2016 lanjutan berupa pendataan terhadap UMK dan UMB. “Kami berharap kerjasama dari pihak perusahaan, jika nanti ada petugas kami yang mendatangi bapak ibu,” terangnya.

Hal senada juga disampaikan oleh pemerintah provinsi NTB, melalui Kepala Bappeda NTB Ir Ridwansyah mengakui bahwa data SE 2016 dari BPS NTB sangat penting dan sebagai dasar pengembangan ekonomi.

“Dengan data ini kita mengetahui potensi ekonomi, penyebaran ekonomi, penyerapan tenaga kerja, data SE 2016 pada dasarnya cermin perekonomian dan untuk mencapai target perekonomian kita dan akan mengetahui target yang akan kita capai,” ucapnya saat membuka acara Launching data SE 2016 BPS NTB mewakili Wakil Gubernur NTB.

Lebih lanjut Ridwansyah menyampaikan bahwa dari hasil pendaftaran perusahaan dapat memotret daya saing bisnis di NTB dan nasional dan menentukan potensi ekonomi NTB dalam rangka persaingan ekonomi mendatang.

“Pemerintah NTB berkomitmen mengggunakan data SE 2016 ini dalam menentukan kebijakan ekonomi NTB kedepan, perencanaan yang baik itu dari data yang baik,” pungkasnya.

(mn07/r3)

Bagikan :