Ngabuburit Ala Pemanah MEAC di Taman Tugu Selong

LOMBOK TIMUR – Ada pemandangan lain di Taman Tugu Selong, Sabtu kemrin. Kawasan yang menjadi tujuan wisata keluarga masyarakat Selong dan sekitarnya tersebut mendadak ramai, begitu jama’ah Masjid Agung Al-Mujahidin usai laksanakan sholat ashar. Untuk pertama kalinya masyarakat Kota Selong disuguhi atraksi puluhan pemanah dari Mata Elang Archery Club (MEAC).

“Kami mencoba untuk mensyiarkan olahraga yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW ini kepada masyarakat Lombok Timur,” ujar Indriana Mitra Sari, Sekretaris MEAC.

Bulan Ramadhan, kata Indri, adalah saat yang tepat untuk syi’arkan sunnah Rasul, saat umat Islam mengharapkan berbagai keberkahan dari semua amalnya.

Dalam kesempatan tersebut para pengunjung diajarkan cara memanah, mulai dari cara memegang busur dan anak panah yang benar hingga diberikan kesempatan untuk memanah, masing-masing sebanyak empat anak panah.

Sesuai dengan izin yang diberikan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Lombok Timur Mulki S STP, kegiatan itu akan dilakukan pada Selasa, Kamis dan Sabtu selama bulan Ramadhan.

“Kami berharap dengan syiar ini masyarakat lebih akrab dengan olahraga panahan dan dengan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mencoba memanah akan muncul keinginan masyarakat untuk menseriusi olahraga ini, dengan demikian akan muncul bibit-bibit atlit baru,” harap Indri.

Lebih lanjut Indiri mengatakan, pada Oktober nanti untuk pertama kalinya di NTB akan digelar Piala Gubernur, dengan demikian sebenarnya panahan sudah mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi NTB.

“Kami berharap akan ada wakil dari Lombok Timur dalam event tersebut, dimana dalam kejuaran tersebut yang dilombakan dari berbagai kelas, mualai dari kelompok SD, SMP, SMA dan umum,” ujarnya.

Antusiasme warga sangat tampak dengan semakin banyaknya masyarakat yang tertarik untuk mencoba memanah hingga menjelang waktu buka puasa.

“Kegiatan ini sangat menarik dan sangat positif, kami berharap kegiatan ini dapat berlanjut tidak hanya sebatas sosialisasi saja tapi juga memberikan kesempatan bagi masyarakat luas untuk belajar lebih jauh,” ujar Syamsul Rizal, seorang jurnalis yang penuh antusias mencoba memanah hingga menjelang waktu berbuka.

(mn*13/*r3)