Suhaili : Masuk 10 Besar Percontohan ULP, Bukan Jadi Ajang Gagah-Gagahan

LOMBOK TENGAH – Bupati Lombok Tengah HM.Suhaili FT mengatakan kehadiran tamu undangan merupakan suntikan semangat baru, dalam ikhtiar terus menerus membangun kualitas masyarakat Lombok Tengah.

Dengan ditunjuknya Lombok Tengah (Loteng) sebagai lokasi pilot projek program Perlindungan Hukum Pengadaan Barang dan Jasa, merupakan ketulusuan, kegigihan, etos kerja jajaran SKPD. Apa yang jadi dambaan terwujudnya tata kelola sudah mulai mendekati ideal seperti apa yang diharapkan masyarakat.

“Sebagai pengemban amanah, agar bisa bekerja dengan baik sehingga menyediakan pelayanan yang baik. Karena Loteng merupakan 10 besar pilot project ULP di Indonesia, tentu menjadi suatu yang membanggakan, bukan hanya bangga saja, tetapi cara bersyukur bagaiman masyarakat bisa merasakan manfaat dari pertanggungjawaban,” ungkap Bupati Suhaili, pada Launching Perlindungan Hukum, Legal Protection Pengadaan Barang Jasa, di Praya, Rabu (15/3/2017).

Bupati berharap, bisa memegang amanah dengan baik, karena akan jadi pertanggungjawaban kepada masyarakat yang dilayani. “Jangan karena sudah dapat 10 besar, terus jadi ajang gagah gagahan, tapi harus bisa melaksanakan sesuai dengan amanah sehingga bisa memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara Peter Ray Perwakilan MCI, selaku Projeck Manager mengatakan, cara kerja MCC, datang tidak dengan agenda dari pemerintah USA, tetapi bertanya prioritas ke Pemerintah Indonesia. MCC menerima usulan dengan baik, dan menyarankan untuk membentuk MCCI, dan partnernya adalah LKPP.

“Bahagia mendengar Bupati, karena pelayanan bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat. Jadi tujuan dari MCC sama dengan tujuan di seluruh Indonesia. Mencoba untuk membantu LKPP yang memiliki pekerjaan luas sekitar 600 ULP. Tapi MCC hanya membantu 44 ULP di Indonesia¬†proyek dimulai dari fase I 29, fase II bukan april 2016,” paparnya.

Pihaknya mengucapkan selamat kepada Loteng karena dalam kompetisi banyak ULP yang bersaing. Selain Loteng, ungkap dia, rekanan yang terpilih yaitu dari Kemenkeu, PUPERA, Perhubungan.

“Berharap Loteng tetap melanjutkan hingga masa depan. Satu hal yang penting, ini tidak hanya untuk pemerintah tapi untuk melayani masyarakat. Datang dari daerah lain harus bisa mencontoh Loteng dan bekerjasama, seperti apa yang dilakukan Loteng,” ujarnya.¬†

Peter juga mengharapkan bagi ULP yang belum masuk percontohan, seperti Kabupaten Sumabawa Barat, dia berharap bisa bergabung untuk ikut pelatihan.

Selain Bupati Loteng, dalam kesempatan itu hadir juga Direktur Pengembangan LKPP, Direktur MCEI, Kepala BPKP, dan Kepala ULP se NTB.

(pino/red)