Pola Hidup Sehat, Menkes Canangkan Program Germas

LOMBOK – Menteri Kesehatan RI Prof. Nila Djuwita F. Moeloek, mencanangkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) Provinsi NTB di Hotel Grand Legi, Rabu (29/3/2017). Menteri Kesehatan menyampaikan Germas dicanangkan pada 15 November 2016 di Bantul.

“Germas lahir karena melihat pembangunan kesehatan pada hakekatnya adalah upaya yang dilakukan oleh seluruh masyarakat tidak hanya dilakukan oleh pemerintah,” ujarnya.

Menurut Menkes, Permasalahan kesehatan yang timbul saat ini merupakan akibat dari perilaku hidup yang tidak sehat, ditambah lagi dengan sanitasi lingkungan serta ketersediaan air bersih yang masih kurang memadai di beberapa tempat.

Menkes juga menyampaikan bahwa saat ini, Indonesia tengah menghadapi tantangan serius berupa beban ganda penyakit. Perubahan gaya hidup masyarakat ditengarai menjadi salah satu penyebab terjadinya pergeseran pola penyakit dari penyakit menular, seperti Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), Tuberkulosis (TBC), dan Diare menjadi penyakit tidak menular (PTM), seperti Stroke, Jantung, dan Kencing manis.

Sementara itu, Gubernur NTB H. M. Zainul Majdi mengatakan bahwa kesehatan adalah isu yang sangat penting dan strategis. Untuk meningkatkan kesehatan masyarakat tidak cukup dengan alokasi anggaran yang tinggi.

“Provinsi NTB telah mengalokasikan anggaran yang cukup tinggi dalam bidang kesehatan, yaitu sebesar 10%. Namun, hal itu belum cukup untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, butuh kesungguhan dari berbagai pihak terutama keterlibatan dari masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Gubernur mengatakan dengan mengkonsumsi makanan yang halalan toyyibah adalah salah satu cara sederhana untuk hidup sehat, baik lahir maupun bathin. Selain itu, perlunya mengubah persepsi bahwa makanan lokal adalah makanan yang tidak bergizi menjadi makanan yang justeru bergizi tinggi, juga menjadi cara lain yang cukup efektif.

Serangkaian dengan kegiatan pencanangan Germas dilakukan pula penandatanganan MoU antara Litbangkes Kementerian Kesehatan RI dengan Gubernur NTB, penelitian dan pengembangan kesehatan di Provinsi NTB dan penyematan Pin Duta ASI oleh Menteri Kesehatan kepada Gubernur NTB.

(hms-ntb/red)