Percaloan di Imigrasi dan Dukcapil Bikin Geram, Tim Saber Pungli Diminta Bergerak Cepat

MATARAM – Terungkapnya praktik percaloan di kantor Imigrasi dan Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Dukcapil) bikin geram. Wakil Gubernur NTB H Muhammad Amin bahkan meminta kepada tim sapu bersih pungutan liar (Saber Pungli) bergerak. Temuan Ombudsman NTB harus segera ditindaklanjuti dengan cepat, agar tidak semakin merusak sistem pelayanan.

”Ini dari dulu kita dengar itu (calo) kalau masih ada berarti perilaku oknum-oknum,” kata Wagub, kemarin.

Sebelumnya, Ombudsman NTB mengungkapkan bahwa, para calo telah merusak tatanan pelayanan publik. Mereka merilis video praktik percaloan di Kantor Imigrasi Mataram, kantor Dukcapil Lombok Barat dan Lombok Timur. Untuk mendapatkan paspor calo menawarkan biaya Rp 2 juta, sementara untuk penukaran surat keterangan menjadi e-KTP warga membayar Rp 100 ribu pada calo.

Jika ada pegawai pemerintah yang terlibat dalam jaringan percaloan, maka Wagub meminta agar mereka diberikan teguran keras agar mental mereka berubah. Ia tidak ingin mental-mental seperti itu dibiarkan berkembang sehingga lambat laun akan menjadi kebiasaan. Oknum-onum itu akan sangat merusak mental pejabat lainnya.

”Saber pungli harus bekerja maksimal, menindak para pelaku agar memberikan efek jera,” tegasnya.

Baginya, tim Saber Pungli yang sudah dibentuk harus cepat tanggap dengan situasi ini. Mereka yang ditemukan sebagai calo harus segera ditangkap agar mereka juga jera. Tidak hanya di kantor Imigrasi dan Dukcapil Lombok Barat dan Lombok Timur, tetapi juga sektor pelayanan dasar lainnya, termasuk perizinan dan kesehatan.

Menurut Wagub, bagaimanapun baiknya sistem jika para pegawai yang menjalankannya tidak memiliki niat yang baik, maka sistem itu akan dirusak oleh mereka. Karena itu sudah saatnya para pelaku pungli atau praktik percaloan disikat habis. Apalagi para calo itu dengan bebas berkeliaran.

Karena itu dalam waktu dekat, ada kemungkinan pihaknya juga akan memanggil Imigrasi dan Dukcapil se-NTB, untuk memastikan praktik percaloan tidak ada lagi. Kepada masyarakat, ia juga mengimbau agar tidak menggunakan jasa calo. Sebab, perilaku itu juga menyuburkan praktik percaloan.

”Jangan beri ruang kepada mereka untuk berkembang,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Tim Saber Pungli Provinsi NTB H Ibnu Salim mengatakan, berita yang dimuat di media massa akan menjadi bahan bagi tim untuk bergerak. Sebab, pihaknya memonitor semua informasi yang masuk dari masyarakat, baik melalui sms, telepon, laporan langsung, dan juga berita di media.

”Satgas provinsi maupun yang di kabupaten akan bergerak,” tegasnya.

Menurutnya, semua sektor sudah melakukan pembenahan. Bahkan Tim Saber Pungli sudah ada di masing-masing instansi. Hanya selalu ada upaya dari oknum tertentu untuk memanfaatkan celah. Ketika dimonitor, mereka biasanya hilang. Tapi saat tidak diawasi mereka beraksi. ”Mereka tahu waktu-waktu yang tidak terpantau,” kata Ibnu.

(mn-09/r3)